BAB 1
TINJAUAN TENTANG ILMU BUDAYA DASAR
A. PENDAHULUAN
Mata kuliah budaya dasar adalah salah
satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan,
tentang berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya
sehari-hari. Hal ini perlu, karena
dirasakan kekurangan pada system pendidikan kita, baik pada tingkat menengah,
maupun pada tingkat perguruan tinggi. Dengan mendapat mata kuliah Ilmu Budaya
Dasar mahasiswa diharapkan nantinya memiliki latar belakang pengetahuan yang
cukup luas tentang kebudayaan Indonesia pada umumnya dan menimbulkan minat
mendalaminya lebih lanjut, agar dengan demikian mahasiswa diharapkan turut
mendukung dan mengembangkan kebudayaannya sendiri dengan kreatif. Jadi secara
singkat dapatlah dikatakan bahwa setelah mendapat mata kuliah ini mahasiswa
diharapkan memperlihatakan :
1.
Minat
dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang terjadi disekitarnya dan diluar
lingkungannya, menelaah apa yang dikerjakannya sendiri dan mengapa.
2.
Kesadaran
akan pola-pola nilai yang dianutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini
dengan cara hidupnya sehari-hari.
3.
Kerelaan
memikirkan kembali dengan hati terbuka nilai-nilai yang dianutnya untuk
mengetahui apakah dia secara berdiri sendiri dapat membenarkan nilai-nilai tersebut
untuk dirinya sendiri.
4.
Keberanian
moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasanya sudah dapat diterimanya
dengan penu tanggung jawab an sebaliknya menolak nilai-nilai yang tidak dapat
dibenarkan.
Latar belakang IBD dalam konteks budaya,
Negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut :
1.
Kenyataan
bahwa Negara Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan segala
keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang
biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan primordial, kesukuan dan kedaerahan.
2.
Proses
pembangunan yang sedang berlangsung dan terus-menerus menimbulkan dampak
positif dan negative berupa terjadinya perubahan dan pergeseran system nilai
budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya.
3.
Kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia,
menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung
sendiri terhadap kemajuan yang diciptakannya.
B. ILMU BUDAYA DASAR SEBAGAI BAGIAN DARI MATA KULIAH
DASAR UMUM
Secara khusus mata kuliah dasar umum
(MKDU) bertujuan untuk menghasilkan warga Negara sarjana yang berkualifikasi
sebagai berikut :
1.
Berjiwa
pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya mencerminkan pengalaman
nilai-nilai pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, yang
mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusianaan sebagai sarjana Indonesia.
2.
Takwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai ajaran agamanya, dan
memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain.
3.
Memiliki
wawasan komprehensip dan pendekatan integral didalam menyikapi permasalahan
kehidupan baik social, ekonomi politik, kebudayaan maupun pertahanan keamanan.
4.
Memilii
wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara
bersama-sama mampu berperan serta meningkatka kualitasnya, maupun lingkungan
alamiah dan secara bersama-sama berperan serta didala pelestariannya.
Jadi, pendidikan umum yang menitikberatkan
pada usaha yang mengembangkan kepribadian manusia, pada dasarnya berbeda dengan
mata kuliah mata kuliah bantu yang bertujuan untuk menopang keahlian mahasiswa
dalam disiplin ilmunya.
C. PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR
Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan
yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang
konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan
kebudayaan. Istilah ilmu budaya dasar dikembangkan di Indonesia sebagai
engganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa inggris
“The Humanities”. The Humanities berkaitan dengan nilai-nilai yaitu nilai-nilai
manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya.
Prof.Dr.Harsya Bachtiar mengemukakan
bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokan dalam tiga kelompok besar yaitu :
1.
Ilmu-ilmu
alamiah ( natural science )
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui
keteratuan-keteratuan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu
digunakan metode ilmiah. Yang termasuk kelompok alamiah yaitu astronomi,
fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika.
2.
Ilmu-ilmu
social ( social science )
Ilmu-ilmu social bertujuan untuk
mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia.
Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman ilmu-ilmu
alamiah. Yang termasuk kelompok social antara lain ilmu ekonomi, sosiologi,
politik, demografi, psikologi, antropologi social, sosiologi hukum dsb.
3.
Pengetahuan
budaya ( the humanities )
Pengetahuan budaya bertujuan untuk
memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk
mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan
pernyataan-pernyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Pengetahuan budaya (The Humanities) dibatasi
sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disiplin)seni dan filsafat. Sedang
Ilmu Budaya Dasar ( Basic Humanitie )adalah usaha yang diharapkan dapat
memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang
dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
D. TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR
Penyajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar
tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar
dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk menhkaji
masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut
Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat :
1.
Mengusahakan
penajaman kepekaaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih
mudah mnyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan
profesi mereka.
2.
Member
kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah
kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan
yang menyangkut kedua hat tersebut.
3.
Mengusahakan
agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam
bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan
pengkotakan displin yang ketat.
4.
Mengusahakan
wahana komunikasi pada akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama
lain.
E. RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR
Bertitik tolak dari kerangka tujuan yang
telah ditentukan diatas, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan
pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah Ilmu Budaya
Dasar . kedua masalah pokok itu ialah :
1.
Berbagai
aspek kehidupan yang seluruhnya merupaka ungkapan masalah kemanusiaan dan
budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The
Humanities) , baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam
pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin
dalam pengetahuan budaya.
2.
Hakekat
manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya
dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Menilik kedua masalah pokok yang bisa
dikaji dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tersebut diatas, Nampak dengan jelas
bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian.
Pokok bahasan yang akan dikembangkan
adalah :
·
Manusia
dan cinta kasih
·
Manusia
dan keindahan
·
Manusia
dan penderitaan
·
Manusia
dan keadilan
·
Manusia
dan pandangan hidup
·
Manusia
dan tanggung jawab serta pengabdian
·
Manusia
dan kegelisahan
·
Manusia
dan harapan
Kedelapan pokok bahasan itu termasuk
dalam karya-karya yang tercakup dalam pengetahuan buaya. Perwujudan mengenai
cinta, misalnya, terdapat dalam karya sastra, tarian , music, filsafat,
lukisan, patung dan sebagainya. Pokok
bahasan manusia dan cinta kasih misalnya, dapat di dekati dengan baik
menggunakan cabang-cabang pengetahuan budaya secara sendiri-sendiri maupun
secara gabungan cabang-cabang tersebut.
BAB 2
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal
yang sangat erat terkait satu sama lain. Dalam pembahasan awal mengenai mata
kuliah IBD kita sudah bicarakan bahwa kedua hal tersebut merupakan dasar bagi
pembahasan materi-materi selanjutnya.
A. MANUSIA
Manusia di alam dunia ini memegang
peranan yang unik, dan dapat dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu eksakta
manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk
jaringan-jaringan system yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia), manusia
merupakan kumpulan dari berbagai system fisik yang saling terkait satu sama
lain dan merupakan kumpulan dari energy (ilmu fisika), manusia merupakan
makhluk biologis yang tergolong dala golongan makhluk mamalia (biologi). Dalam ilmu-ilmu
social, manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu
memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi),
manusia merupakan makhluk social yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi),
makhluk yang selalu ingin kekuasaan (politik), makhluk yang berbudaya, sering
disebut homo-humanus (filsafat) dan lain sebagainya.
Ada dua pandangan yang akan kita jadikan
acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur
yang membangun manusia
1.
Manusia
itu terdiri dati empat unsur yang saling
terkait yaitu :
a.
Jasad,
yaitu : badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba dan difoto
dan menempati ruang dan waktu (hal 62)
b.
Hayat,
yaitu : mengandung unsur hidup, yang
ditandai dengan gerak(hal 66)
c.
Ruh,
yaitu : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan
memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang
menjadi pusat lahirnya kebudayaan (hal 77)
d.
Nafs,
dalam pengertian diri atau kekauan yaitu : kesadaran tentang diri sendiri (hal
79)
2.
Manusia
sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsure yaitu :
a.
Id,
yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak
nampak. Id merupakan libido murni, atau energy psikis yang menunjukan cirri
alami yang irrasional dan terkait dengan sex, yang secara instingtual
menentukan proses-proses ketidaksadaran (unconscious). Id tidak berhubungan
dengan lingkungan luar diri, tetapi terkait dengan struktur lain kepribadian
yang pada gilirannya menjadi mediator antara insting Id dengan dunia luar.
b.
Ego,
merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id,
seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam
menghubungkan energy Id kedalam saluran social yang dapat dimengerti oleh orang
lain. Perkembangan ego terjadi antara usia satu dan dua tahun, pada anak saat
secara nyata berhubungan dengan lingkungannya.
c.
Superego,
merupakan struktur kepribadiaan yang paling akhir, muncur kira-kira pada usia
lima tahun. Dibandingka Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri
individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego merupakan
kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang
mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan asimilasi
dari pandangan-pandangan orang tua.
Dari uraian diatas dapat mengkaji aspe
tindakan manusia dengan analisa hubungan antara tindakan dan unsur-unsur
manusia.
B. HAKEKAT MANUSIA
a.
Makhluk cipataan
Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebaai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh
adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak
abadi. Jika manusia itu meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. jiwa terdapat
didalam tubuh, tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, sifatnya abstrak tetapi
abadi.
b.
Makhul ciptaan
Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingan dengan makhluk lainnya.
Kesempurnaannya
terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptanya
dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Dengan
akal (ratio) manusia mampu menciptakan ilmu pengentahuan dan teknologi. Adanya
nilai baik dan buruk, mengharuskan manusia mampu mempertimbangkan,
menilai
dan berkehendak menciptakan kebenaran, keindahan, kebaikan atau sebaliknya.
Perasaan
rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia misalnya :
1.
Perasaan
intelektual,
yaitu perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan. Seseorang merasa senang atau
puas apabila ia dapat mengetahui sesuatu.
2.
Perasaan estetis, yaitu perasaan
yang berkenaan dengan keindahan.
3.
Perasaan etis, yaitu perasaan
yang berkenaan dengan kebaikan.
4.
Perasaan
diri, yaitu perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dari
yang lain.
5.
Perasaan social, yaitu perasaan
yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau hidup bermasyarakat, ikut
merasakan kehidupan orang lain.
6.
Perasaan
religious,
yaitu perasaan yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan.
Adanya kehendak dari setiap manusia
mampu menciptakan perilaku tentang kebaikan menurut moral.
c.
Makhul
biokultural, yaitu makhluk hayati yang buayawi
Manusia
adalah produk dari saling tindak atau interaksi factor-faktor hayati dan
budayawi. Sebagai makhuk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi
anatomi, fisiologi atau faal, biokimia, psikobiologi, patologi, genetika,
biodemografi, evolusi biologisnya, dan sebagainya.
d.
Makhluk ciptaan
Tuhan yang terkait dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat
karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Hidup
manusia mempunyai tiga taraf, yaitu estetis, etis dan religious. Dengan
kehidupan estetis, manusia mampu menangkap dunia sekitanya sebagai dunia yang
mengagumkan dan mengungkapkan kembali (karya) dalam lukisan, tarian, nyanyian
yang indah. Dengan etis mansia meningkatkan kehidupan estetis ke dalam
tingkatan manusiawi dalam bentuk-bentuk keputusan bebas dan
dipertanggungjawabkan. Dengan kehidupan religious, manusia menghayati
pertemuannya dengan Tuhan.
C. KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
Ilmu psikologi yang memang berasal dan
timbul dalam masyarakat barat, dimana konsep individu itu mengambil tempat yang
amat penting, biasanya menganalisa jiwa manusia dengan terlampau banyak menekan
kepada pembatasan konsep individu sebagai kesatuan analisis tersendiri. Sampai
sekarang, ilmu psikologi di Negara-negara barat itu terutama mengembangkan
konsep-konsep dan teori-teori mengenai warna isi jiwa, serta metode-metode dan
alat-alat untuk menganalisis dan mengukur secara detail variasi isi jiwa
individu itu.
Nomor 7 dan 6 disebut daerah sadar dan
sub sadar. Kedua lingkaran itu berada didaerah pedalaman dari alam jiwa
individu dan terdiri dari bahan pikiran dan gagasan yang telah terdesak
kedalam, sehingga tidak disadari lagi oleh individu yang bersangkutan.
Nomor 5 disebut kesadaran yang tidak
dinyatakan (unexpressed conscious ). Hal ini disebabkan ada kemungkinan, bahwa
:
a.
Ia
takut salah atau dimarahi orang apabila ia menyatakan, atau karena ia punya
maksud jahat.
b.
Ia
sungkan menyatakannya, atau karena belum yakin bahwa ia akan mendapat respons
dan pengertian yang baik dari sesamanya, atau takut bahwa walaupun diberi
respons.
c.
Ia
malu karena takut ditertawakan, atau karena perasaan bersalah yang mendalam
d.
Ia
tiak bisa menemukan kata-kata atau perumusan yang cocok untuk menyatakan gagasan yang bersangkutan tadi
kepada sesamanya.
Nomor 4 disebut kesadaran yang
dinyatakan (expressed conscious). Lingkaran ini didalam alam jiwa manusia
mengandung pikiran-pikiran , gagasan-gagasan, dan perasaan-perasaan yang dapat
dinyatakan secara terbuka oleh si individu kepada sesamanya, yang dengan mudah
diterima dan dijawab oleh sesamanya.
Nomor 3 disebut lingkaran hubungan karib
, mengandung konsepsi tentang orang-orang, bintang-bintang, atau benda-benda
yang oleh si individu diajak bergaul secara mesra dan karib, yang bisa dipakai
sebagai tempat berlindung dan tempat mencurahkan isi hati apabila ia sedang
terkena tekanan batin atau dikejar-kejar oleh kesedihan dan oleh
masalah-masalah hidup yang menyulitkan.
Nomor 2 disebut lingkungan hubungan
berguna, tidak lagi ditantai oleh sikap sayang dan mesra, melainkan ditentukan
oleh fungsi kegunaan dari orang, binatang atau benda-benda itu bagi dirinya.
Nomor 1 disebut lingkaran hubungan jauh
, terdiri dari pikiran dan sikap dalam alam jiwa manusia tentang manusia,
benda-benda alat-alat, pengetahuan dan adat yang ada dalam kebudayaan dan
masyarakat sendiri, tetapi yang jarang sekali mempunyai arti dan pengaruh
langsung terhadap kehidupan sehari-hari.
Nomor 0 disebut lingkungan dunia luar,
terdiri dari pikiran-pikiran, dan anggapan-anggapan yang hamper sama dengan
pikiran yang terletak dalam lingkungan yang nomor 1, hanya bedanya terdiri dari
pikiran-pikiran dan anggapan-anggapan tentang orang dan hal yang terletak di
luar masyarakat dan Negara Indonesia, dan ditanggapi oleh indvidu bersangkutan
dengan sikap amat bodoh.
Menurut Francis L.K.Hsu, makhluk manusia
masih memerlukan suatu daerah isi jiwa tambaha untuk memuaskan suatu kebutuhan
rohaniah yang bersifat fundamental dalam hidup manusia. Daerah isi jiwa
tambahan, terhadap lingkaran-lingkaran 7,6,5 dan 4 yang menggambarkan
kepribadian manusia tadi adalah daerah lingkaran 3.
Konsep yang dapat dipakai sebagai
landasan untuk mengembangkan konsep lain itu, menurut Francis L.L.Hsu adalah
konsep Jen dalam kebudayaan Cina, yaitu manusia
yang berjiwa selaras, manusia yang berkepribadian.
Dalam konsep Jen, manusia yang selaras
dan berkepribadian adalah manusia yang dapat menjaga keseimbangan hubungan
antara diri kepribadiannya dengan lingkungan sekitarnya, terutama lingkungan
sekitarnya yang paling dekat dan paling serius, kepada siapa ia dapat
mencurahka rasa cinta, kemesraan dan baktinya.
Daerah lingkaran no 4 dan 3 yang
dibedakan dari yang lain dengan garis-garis arser yang sedikit memasuki daerah
lingkaran no 5 dan no 2 juga menggambarkan konsep jen atau alam jiwa dari
‘manusia yang berjiwa selaras’ itu.
D. PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Pengertian kebudayaan menyangkut
bermacam-macam definisi yang telah dipikirkan oleh sarjana-sarjana bidang
social budaya diseluruh dunia. Dua orang antropolog terkemuka yaitu Melville J.
Herkovits dan Brownislaw Malinowski mengemukakan bahwa Cultural Determinism
berarti segala sesuatu yang terdapat didalam masyarakat ditentukan adanya oleh
kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu. Herkovits memandang kebudayaan sebagai
sesuatu yang superorganic, karena kebudayaan yang turun temurun dari generasi
ke generasi hidup terus.
Kebudayaan jika dikaji dari asal kata
bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi dan akal. Dalam
bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah.
Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan
oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat
tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat
melangsungkan dan mempertahankan hidupnya didalam lingkungannya.
Seorang antropolog yaitu E.B Taylor
(1871) mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut :
Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup
pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral. Hokum, adat istiadat dan
kemampuan-kemampuan lain seta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia
sebagai anggota masyarakat.
Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi
merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyaraka.
Sutan Takdir Alisyahbana mengatakan
bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir, hal ini amat luas apa
yang disebut kebudayaan.
Koentjaraningrat mengatakan bahwa,
kebudayaan antara lain berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus
dibiasakannya dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.
A.L Krober dan C.Kluckhon mengatakan,
bahwa kebudayaan adalah manifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam
arti seluasluasnya.
C.A Van Peursen mengatakan, bahwa dewasa
ini kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan
kehidupan setiap kelompok orang-orang, berlaian dengan hewan-hewan, maka
manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam, melainkan selalu mengubah alam.
Kroeber dan Klukhon mendefinisikan
kebudayaan : kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap,
pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh
symbol-simbol yang menyusun pencapaiannya secata tersendiri dari
kelompok-kelompok manusia, termasuk didalamnya perwujudan benda-benda materi,
pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi dan cita-cita atau paham, dan
terutama keterkaitan terhadap nilai-nilai.
E. UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
Menurut
C. Kluckhohn ada 7 unsur kebudayaan Universal yaitu:
1.
Sistem religi (system kepercayaan) Manusia sebagai Homo Religicus, Manusia yang memiliki
kecerdasan dan pikiran dan perasaan luhur, akan mengetahui bahwa di atas
kekuatan dirinya terdapat kekuatan lain yang maha besar. Karena itu, manusia
takut, sehingga menyembahnya dan lahirlah keercayaan yang sekarang menjadi
agama.
2. Sistem
organisasi kemasyarakatan Manusia
ssebagai Homo Socius. Manusia sadar bahwa tubuhnya lemah, namun memiliki akal,
maka disusunlah organisasi kemsyarakatan yang dimana manusia akan bekerja sama
untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
3. Sistem
pengetahuan Manusia sebagai Homo Sapiens.
Pengetahuan dapat diperoleh dari pemikiran sendiri. Disamping itu, terdapat
juga orang lain. Kemampuan manusia mengingat-ingat apa yang telah diakui
kemudian menyampaikannya kepasa orang lain melalui bahasa, dan dapat
menyebabkan pengetahuan yang menyebar luas. Akan mendapatkan hasil lebih apabila
pengetahuan itu dibukakan, maka penyebarannya dapat dibukakan dari satu
generasi ke generasi berikutnya.
4. Sistem
mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi
Merupakan produk manusia sebagai homo economicus menjadikan tingkat
kehidupan manusia secara umum terus meningkat.
5. Sistem
teknologi dan peralatan Manusia
sebagai Homo FaberBersumber dari pemikiran manusia yang cerdas dan dibantu
dengan tangannya yang dapat memegang sesuatu dengan sesuatu dengan erat,
manusia dapat membuat dan mempergunakan alat, dengan alat-alat ciptaannya
itulah manusia dapat lebih mampu mencukupi kebutuhannya daripada binatang.
6. Bahasa Manusia
sebagai Homo Longuens. Bahasa manusia pada mulanya diwujudkan dalam bentuk
tanda (kode) yang kemudian disempurnakan dalam bahasa lisan sampai
tulisan.
7.
Kesenian Manusia
sebagai Homo Aesteticus. Setelah manusia dapat mencukupi kebutuhan fisiknya,
maka dibutuhkan kebutuhan psikisnya untuk dipuaskan. Manusia bukan lagi
semata-mata memenuhi kebutuhan isi perut saja, mereka juga perlu pandangan mata
yang indah, suara merdu, yang semuanya dapat dipenuhi melalu kesenian.
F.
WUJUD
KEBUDAYAAN
Menurut
Dimensi Wujudnya, kebudayaan mempunyai 3 wujud:
1. Kompleks gagasan konsep, dan pemikiran manusia disebut
sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, dan berpusat pada
kepala-kepala manusia yang bisa disebut pikiran.Beberapa aktivitas manusia yang
saling beriteraksi, saling kongkret dapat diamati atau diobservasi. Wujud ini
disebut sistem social
2. Kompleks aktivitas Berupa aktivitas manusia yang saling
berinteraksi, bersifat kongkret, dapat di amati atau diobservasi. Wujud ini
sering disebut sistem sosial, Sistem sosial bersifat kongkret, terjadi di
sekeliling kita sehari-hari bisa diobservasi, di foto dan didokumentasi.
3. Wujud sebagai benda Aktivitas manusia yang saling
berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya
manusia untuk mencapai tujuannya. Aktivitas karya manusia tersebut menghasilkan
benda untuk berbagai keperluan hidupnya.
Ketiga
wujud kebudayaan tersebut, dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat tak berpisah
satu dengan yang lain.
G.
ORIENTASI
NILAI BUDAYA
Menurut
C.Kluckhohn Sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara
universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
1. Hakekat hidup manusia (MH) hakekat hidup untuk manusia setiap kebudayaan berbeda
secara ekstrem ada yang berusaha untuk memandang hidup,ada pula denga pola
kelakuan tertentu yang mengganggap hidup sebagai hal yang baik “mengisi hidup”
2. Hahekat karya manusia (MK) Setiap kebudayaan hakekatnya
berbeda-beda. Di antaranya ada yang beranggapan bahwa karya bertujuan untuk
hidup karya memberikan kedudukan atau kehormatan karya merupakan gerak
hidup untuk menambah karya lagi.
3. Hakekat waktu manusia (WM) Hakekat waktu untuk setiap
kebudayaan berbeda ada yang berpandangan mementingkan orientasi masa lampau ada
pula yang berpandangan untuk masa kini atau masa yang akan datang.
4. Hakekat alam manusia (MA) Ada kebudayaan yang menganggap
manusia harus mengeksploitasi alam atau memanfaatkan alam semaksimal mungkin.
5. Hakekat hubungan manusia (MN) Dalam hal ini ada yang
mementingkan hubungan manusia dengan manusia, baik secra horizontal
(sesamanya) maupun secra vertical (orientasi kepada tokoh tokoh) ada pula yang
berpandangan individualistis (menilai tinggi kekuatan sendiri).
H.
PERUBAHAN
KEBUDAYAAN
Semua
kebudayaan tidak ada yang statis, melainkan selalu dinamika dan gerak.
Gerak kebudayaan sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tadi.
Gerak kebudayaan sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tadi.
Gerak/ perubahan ini disebabkan oleh
beberapa hal seperti:
a. Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan
kebudayaan sendiri. Misal jumlah penduduk
b. Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat
mereka hidup.jika masyarakat terbuka maka cenderung berubah lebih cepat.
Perubahan juga terjadi karena adanya
difusi kebudayaan, penemuan-penemuan baru khususnya teknologi dan inovasi
Perubahan sosial adalah segala
perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang
mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap-sikap,
dan pola-pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat
Perubahan
kebudayaan adalah perubahan yang terjadi dalam sistem ide yang dimiliki bersama
oleh para warga masyarakat atau sejumlah warga masyarakat yang bersangkutan,
antara lain aturan dan norma yang digunakan sebagai pegangan dalam kehidupan.
Sedangkan
perubahan kebudayaan atau akulturasi terjadi apabila suatu kelompok manusia
dengan kebudayaan tertentu di hadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing
yang berbeda. Proses migrasi besar-besaran, dahulu kala mempermudah
berlangsungnya akulturasi tersebut. Beberapa masalah yang menyangkut proses
tadi adalah :
1.
Unsur-unsur kebudayaan asing manakah
yang mudah diterima
2.
Unsur-unsur kebudayaan asing manakah
yang sulit di terima
3.
Individu-individu manakah yang cepat
menerima unsur-unsur yang baru
4.
Ketegangan-ketegangan-ketegangan
apakah yang timbul sebagai akibat akulturasi tersebut.
Pada umumnya unsur-unsur
kebudayaan asing yang mudah diterima adalah :
1.
Unsur kebudayaan kebendaan seperti
peralatan yang terutama sangat mudah di pakai dan dirasakan sangat bermanfaat
bagi masyarakat yang menerimanya.
2.
Unsur-unsur yang terbukti mambawa
manfaat besar.
3.
Unsur-unsur yang dengan mudah di
sesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur-unsur tersebut.
Berbagai faktor yang mempengaruhi
diterima atau tidaknya suatu kebudayaan baru diantaranya :
a.
Terbatasnya masyarkat memiliki
hungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari
luar masyarakat tersebut.
b.
Jika pandangan hidup dan nilai-nilai
yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama maka
penerimaan unsur baru itu mengalami hambatan dan harus disensor sulu oleh
berbagai ukuran yang berlandaskan ajaran agama yang berlaku.
c.
Corak struktur sosial suatu
masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru.
d.
Suatu unsur kebudayaan diterima jika
sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan-landasan bagi
diterimanaya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
e.
Apabila unsur yang baru itu meniliki
skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya
oleh warga masyarakat yang bersangkutan.
I.
KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Secara
sederhana hungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku
kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang di laksanakan manusia. Dalam
sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa malaupun
keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Dari sisi lain,
hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat di pandang setara dengan
hubungan antara manusia dengan masyarakat di nyatakan sebagai dialektis,
maksudnya saling terkait satu sama lain.
Proses diakletis ini tercipta
melalui tiga tahap yaitu :
1.
Eksternalisasi: yaitu proses dimana
manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
2.
Obyektivitas: yaitu proses di mana
masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari
manusia dan berhadapan dengan manusia.
3.
Internalisasi: yaitu proses dimana
masyarakat disergap kembali oleh manusia.Manusia dan kebudayaan, atau manusia
dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan erat satu sama lain.
BAB 3
KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN
A. PENDEKATAN
KESUSASTRAAN
Sastra berasal dari kata castra berarti tulisan. Dari makna
asalnya dulu, sastra meliputi segala bentuk dan macam tulisan yang ditulis oleh
manusia, seperti catatan ilmu pengetahuan, kitab-kitab suci, surat-surat,
undang-undang, dan sebagainya. Sastra dalam arti khusus yang kita gunakan dalam
konteks kebudayaan, adalah ekspresi gagasan dan perasaan manusia. Seni tidak
hanya berhubungan dengan tulisan tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana
untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.Masalah sastra dan
seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya dasar, karena materi-materi
yang diulas oleh ilmu budaya dasar ada yang berkaitan dengan sastra dan
seni.Budaya Indonesia sanagat menunjukkan adanya sastra dan seni didalamnya.
Latar belakang IBD dalam konteks budaya, negara dan masyarakat Indonesia
berkaitan dengan masalah sebagai berikut :
- Kenyataan bahwa bangsa indonesia berdiri atas suku
bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yg tercemin dalam berbagai
aspek kebudayaannya, yg biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan
primordial, kesukaan, dan kedaerahan .
- Proses pembangunan yg sedang berlangsung dan terus
menerus menimbulkan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan
dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental
manusiapun terkena pengaruhnya .
- Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan
perubahan kondisi kehidupan mausia, menimbulkan konflik dengan tata nilai
budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yg telah
diciptakannya.
B. ILMU BUDAYA
DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA
Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa
lama dan prosa baru.
a.
Prosa lama
meliputi
·
Dongeng-dongeng
·
Hikayat
·
Sejarah
·
Epos
·
Cerita pelipur lara
b.
Prosa
baru meliputi
·
Cerita pendek
·
Roman/novel
·
Biografi
·
Kisah
·
Otobiografi
C. NILAI NILAI
DALAM PROSA FIKSI
Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak
mau karya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawakan moral,
pesan atau cerita. Dengan perkataan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang
diperoleh pembaca lewat sastra.
Adapun
nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
·
Prosa fiksi memberikan kesenangan
·
Prosa fiksi memberikan informasi
·
Prosa fiksi memberikan warisan cultural
·
Prosa memberikan keseimbangan wawasan
D. ILMU BUDAYA
DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI
Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari
kesenian, dan kesenian cabang/unsur
dari kebudayaan. Kalau diberi batasan, maka
puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam
dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik/estetik, yang secara padu dan utuh
dipadatkan kata-katanya.
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikaan bahasa puisi
disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan
menggunakan:
1.
Figura bahasa (figurative language) seperti gaya
personifikasi, metafora, perbandingan,alegori, dsb sehingga puisi menjadi
segar, hidup, menarik dan member kejelasan gambaran angan.
2.
Kata-kata yang ambiquitas yaitu kata-kata yang
bermakna ganda, banyak tafsir.
3.
Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi
suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa
hidup dan memukau.
4.
Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah
diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
5.
Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal
yang dilukiskan, sehingga lebih menggugah hati.
Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada
perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut:
a.
Hubungan puisi
dengan pengalaman hidup manusia.
Pendekatan terhadap pengalaman perwakilan itu dapat
dilakukan dengan suatu kemampuan yang disebut “imaginative entry”, yaitu
kemampuan menghubungkan pengalaman hidup sendiri dengan pengalaman yang
dituangkan penyair dalam puisinya.
b.
Puisi dan
keinsyafan/kesadaran individual.
Dengan membaca puisi mahasiswa dapat diajak untuk dapat
menjenguk hati/pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri, karena
melalui puisinya sang penyair menunjukkan kepada pembaca bagian dalam hati
manusia, ia menjelaskan pengalaman setiap orang.
c.
Puisi dan
keinsyafan sosial
Puisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan
manusia sebagai makhluk social, yang terlibat dalam issue dan problem social.
Secara imaginatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia social yang
bisa berupa:
·
Penderitaan atas ketidakadilan
·
Perjuangan untuk kekuasaan
·
Konflik dengan sesamanya
·
Pemberontakan terhadap hukum Tuhan
Puisi-puisi umumnya syarat akan
nilai-nilai etika, estetika dan juga kemanusiaan. Salah satu nilai kemanusiaan
yang banyak mewarnai puisi-puisi adalah cinta kasih (yang terpaut di dalamnya
kasih sayang, cinta, kemesraan dan renungan).Rendra dengan puisinya “CInta
Sesungguhnya” misalnya,
melukiskan betapa kemesraan cinta begitu merasuk ke dalam jiwa dua sejoli
muda-mudi yang sedang menjalin cinta.
CINTA
SESUNGGUHNYA
Kamu
hadir membawa warna baru
Kamu mampu obati luka ku tentang masa lalu
Kamu mampu mengubah kehidupanku
Jauh lebih baik dari kehidupan yang lalu
Kamu mampu obati luka ku tentang masa lalu
Kamu mampu mengubah kehidupanku
Jauh lebih baik dari kehidupan yang lalu
Kamu
manusia sederhana yang mampu memberikan cinta yang luar biasa
Cinta yang tak mampu di ungkapkan oleh kata kata
Mendengar apa yg tidak dikatakan
Mengerti apa yang tidak di jelaskan
Cinta yang tak mampu di ungkapkan oleh kata kata
Mendengar apa yg tidak dikatakan
Mengerti apa yang tidak di jelaskan
Terimakasih
cinta....
Atas segala hal yang kamu berikan
Cinta tulus dan juga pengajaran tentang berbagai hal
Kamu telah mengajarkan apa itu menghargai, menerima, bersyukur, ikhlas dan mandiri
Kini ku mampu berdiri sendri dengan tenang melewati semua permasalahan pribadi
Dan kini aku telah mengerti apa itu hidup dan juga cinta sejati
Atas segala hal yang kamu berikan
Cinta tulus dan juga pengajaran tentang berbagai hal
Kamu telah mengajarkan apa itu menghargai, menerima, bersyukur, ikhlas dan mandiri
Kini ku mampu berdiri sendri dengan tenang melewati semua permasalahan pribadi
Dan kini aku telah mengerti apa itu hidup dan juga cinta sejati
Berharap
setiap mimpi akan menjadi nyata
Hidup bahagia bersama selamanya
Semoga rasa antara kita takkan pernah pudar bersama sang waktu
Sehingga Tiada celah bagi cinta yang lainnya
Hidup bahagia bersama selamanya
Semoga rasa antara kita takkan pernah pudar bersama sang waktu
Sehingga Tiada celah bagi cinta yang lainnya
kemesraan cinta tidak saja terpatri dalam lubuk hati
masing-masing tetapi juga memancar dari sinar keduanya matanya yang bening dan berlinang-berlinang mesra jari jemari mereka yang bergetar.Cinta kasih itu
kadang-kadang tidak berdiri sendiri, ia sering berpadu dengan nilai-nilai
kemanusiaan yang lain seperti penderitaan (kesepian, kesedihan, keputusan)
BAB 4
MANUSIA DAN CINTA KASIH
A.
PENGERTIAN
CINTA KASIH
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S
Poerwadarminta, cinta adalah rasa suka
(kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat
tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta
kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir
bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih
dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai
dengan menaruh belas kasihan.
Walaupun
cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga
antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan
kasih lebih keluarnya, dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam
itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
Hikmah cinta adalah sangat besar.
Hanya orang yang telah diberi kefahaman dan kecerdasan oleh ALLAH sajalah yang
mampu merenungkannya. Diantara hikmah – hikmah tersebut adalah :
1. Sesungguhnya cinta itu adalah merupakan ujian yang berat dan
pahit dalam kehidupan manusia, karena setiap cinta akan mengalami berbagai
macam rintangan.
2. Bahwa fenomena cinta yang telah melekat didalam jiwa manusia
merupakan pendorong dan pembangkit yang paling besar didalam melestarikan
kehidupan lingkungan.
3. Bahwa fenomena cinta merupakan faktor utama didalam
kelanjutan hidup manusia, dalam kenal – mengenal antar mereka.
4. Fenomena cinta, jika diperhatikan merupakan pengikat yang
paling kuat didalam hubungan antar anggota keluarga, kerukunan bermasyarakat,
mengasihi sesama mahluk hidup, menegakkan keamanan, ketentraman, dan
keselamatan di segala penjuru bumi.
B.
CINTA
MENURUT AJARAN AGAMA
Ada
yang berpendapat bahwa etika cinta dapat dipahami dengan mudah tanpa dikaitkan
dengan agama. Tetapi dalam kenyataan hidup manusia masih mendambakan tegaknya
cinta dalam kehidupan ini. Di satu pihak, cinta didengungkan lewat lagu dan
organisasi perdamaian dunia, tetapi dipihak lain dalam praktek kehidupan cinta
sebagai dasar kehidupan jauh dari kenyataan. Atas dasar ini, agama memberikan
ajaran cinta kepada manusia.Dalam kehidupan manusia, cinta menampakkan diri
dalam berbagai bentuk. Kadang – kadang seseorang mencintai dirinya sendiri.
Kadang – kadang mencintai orang lain, atau juga istri dan anaknya,
hartanya,atau ALLAH dan Rasul-Nya. Berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan
dalam kitab suci Al-Qur’an.
C.
KASIH SAYANG
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia
karangan W.J.S Poerwadarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau
perasaan suka kepada seseorang.
Dalam kehidupan berumah tangga kasih
sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari
cinta. Percintaan muda – mudi (pria-wanita) bila diakhiri dengan perkawinan,
maka didalam berumah tangga keluarga muda itu bukan lagi bercinta – cintaan,
tetapi sudah bersifat kasih mengasihi atau saling menumpahkan kasih
sayang.Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing – masing pihak
dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling
pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan
utuh. Bila salah satu unsur kasih sayang hilang, misalnya unsur tanggung jawab,
maka retaklah keutuhan rumah tangga itu. Kasih sayang yang tidak disertai
kejujuran, terancamlah kebahagiaan rumah tangga itu.
D.
KEMESRAAN
Kemesraan
berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab.
Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk
asmara maupun yang sudah berumah tangga.Kemesraan pada dasarnya merupakan
perwujudan kasih sayang yang mendalam. Filsuf Rusia, Salovjef dalam bukunya
makna kasih mengatakan “jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis
secara serius, ia terlempar ke luar dari cinta diri. Ia mulai hidup untuk orang
lain”.Pernyataan ini dijabarkan secara indah oleh William Shakespeare dalam
kisah “Romeo dan Juliet”, bila di Indonesia kisah Roro mendut – Pronocitro.
E.
PEMUJAAN
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada
Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia
kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah
karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang
sebenarnya. Apa sebab itu terjadi adalah karena Tuhan mencipta alam semesta.
Seperti dalam surat Al-Furqon ayat 59-60 yang menyatakan, “Dia yang menciptakan
langit dan bumi beserta apa – apa diantara keduanya dalam enam rangkaian masa,
kemudian Dia bertahta di atas singgasana-Nya. Dia maha pengasih, maka
tanyakanlah kepada-Nya tentang soal – soal yang perlu diketahui”. Selanjutnya
ayat 60, “Bila dikatakan kepada mereka, sujudlah kepada Tuhan Yang Maha
Pengasih”.