BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penyimpanan dokumen secara digital berkembang dengan
pesat seiring meningkatnya penggunaan komputer. Kondisi tersebut memunculkan
masalah untuk mengakses informasi yang diinginkan secara akurat dan cepat. Oleh
karena itu, walaupun sebagian besar dokumen digital tersimpan dalam bentuk teks
dan berbagai algoritma yang efisien untuk pencarian teks telah dikembangkan,
teknik pencarian terhadap seluruh isi dokumen yang tersimpan bukanlah solusi
yang tepat mengingat pertumbuhan ukuran data yang tersimpan umumnya. Pencarian
informasi (Information Retrieval)
adalah salah satu cabang ilmu yang menangani masalah ini yang bertujuan untuk
membantu pengguna dalam menemukan informasi yang relevan dengan kebutuhan
mereka dalam waktu singkat. Aplikasi pencarian informasi yang telah ada salah
satunya adalah web mining untuk pencarian berdasarkan kata kunci dengan teknik clustering. Selain itu, pada dokumen dilakukan juga text mining
dan perhitungan jumlah kata, dari jumlah kata tersebut dilakukan pengklusteran
dengan metode CLHM (Centroid Linkage
Hierarchical Method). Untuk jumlah klusternya, pemakai tidak mengetahui
berapa jumlah yang tepat untuk mengklusterkan dokumen-dokumen tersebut. Untuk
itu, dipakailah metode Hill
Climbing yang bertugas untuk melakukan identifikasi terhadap
pergerakan varian dari tiap tahap pembentukan kluster dan menganalisa polanya
sehingga jumlah kluster akan terbentuk secara otomatis. Penggunaan text
mining, pengklusteran dengan CLHM dan proses Hill Climbing Automatic Clustering sangat memudahkan pemakai
karena menghasilkan kluster secara otomatis dan tepat dengan waktu yang cepat.
B. Tujuan
1. Untuk memenuhi
tugas mata kuliah Sistem Manajemen Basis Data.
2. Untuk
mengetahui lebih luas tentang Data Mining.
3. Untuk menambah
pengetahuan.
C. Rumusan Masalah
1. Apa yang
dimaksud dengan Data Mining ?
2. Apa fungsi dan
tujuan dari Data Mining ?
3. Bagaimana
penerapan Data Mining dalam kehidupan?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Data Mining
Banyak sekali definisi mengenai apa itu data mining.
Data mining merupan suatu alat yang memungkinkan para pengguna untuk mengakses
secara cepat data dengan jumlah yang besar. Pengertian yang lebih khusus dari
data mining, yaitu suatu alat dan aplikasi menggunakan analisis statistik pada
data. Data mining adalah suatu proses ekstraksi atau penggalian data dan
informasi yang besar, yang belum diketahui sebelumnya, namun dapat dipahamidan
berguna dari database yang besar serta digunakan untuk membuat suatu keputusanbisnis
yang sangat penting. Data mining menggambarkan sebuah pengumpulan teknik-teknik
dengan tujuan untuk menemukan pola-pola yang tidak diketahui pada data yang
telah dikumpulkan. Data mining memungkinkan pemakai menemukan pengetahuan dalam
data database yang tidak mungkin diketahui keberadaanya oleh pemakai.
Data mining merupakan
proses semi otomatik yang menggunakan teknik statistik, matematika, kecerdasan
buatan, dan machine learning untuk
mengekstraksi dan mengidentifikasi informasi pengetahuan potensial dan berguna
yang tersimpan di dalam database besar. (Turban et al, 2005 ). Data mining adalah bagian dari
proses KDD ( Knowledge Discovery
in Databases) yang terdiri dari beberapa tahapan seperti pemilihan
data, pra pengolahan, transformasi, data
mining, dan evaluasi hasil (Maimon dan Last, 2000). KDD secara umum
juga dikenal sebagai pangkalan data.
B. Fungsi dan Tujuan Data Mming
1. Fungsi Data
mining
Data Mining mengidentifikasi fakta- fakta atau
kesimpulan-kesimpulan yang di sarankan berdasarkan penyaringan melalui data
untuk menjelajahi pola-pola atau anomali-anomali data. Data Mining mempunyai 5
fungsi:
a. Classification
Classification, yaitu menyimpulkan definisi-definisi
karakteristik sebuah grup. Contoh: pelanggan-pelanggan perusahaan yang telah
berpindah kesaingan perusahaan yang lain.
b. Clustering
Clustering, yaitu mengindentifikasikan
kelompok-kelompok dari barang-barang atau produk-produk yang mempunyai
karakteristik khusus(clustering berbeda dengan classification, dimana pada
clustering tidak terdapat definisi-definisi karakteristik awak yang di berikan
pada waktu classification.)
c. Association
Association, yaitu mengidentifikasikan hubungan
antara kejadian-kejadian yang terjadi pada suatu waktu, seperti isi-isi dari
keranjang belanja.
d. Sequencing
Hampir sama dengan association, sequencing
mengidentifikasikan hubungan-hubungan yang berbeda pada suatu periode waktu
tertentu, seperti pelanggan-pelanggan yang mengunjungi supermarket secara
berulang-ulang.
e. Forecasting
Forecasting memperkirakan nilai pada masa yang akan
datang berdasarkan pola-pola dengan sekumpulan data yang besar, seperti
peramalan permintaan pasar.
2. Tujuan Data
Mining
Tujuan data mining antara lain:
a. Explanatory
Untuk menjelaskan beberapa kondisi penelitian,
seperti mengapa penjualan truk pick up meningkat di colorado.
b. Confirmatory
Untuk mempertegas hipotesis, seperti halnya 2 kali
pendapatan keluarga lebih suka di pakai untuk membeli peralatan keluarga, di
bandingkan dengan satu kali pendapatan keluarga.
c. Exploratory
Menganalisis data untuk hubungan yang baru yang
tidak di harapkan, seperti halnya pola apa yang cocok untuk kasus penggelapan
kartu kredit.
C. Penerapan Data Mining
Dalam bidang apasaja data mining dapat diterapkan?
Berikut beberapa contoh bidang penerapan data mining:
- Analisa
pasar dan manajemen
Solusi yang dapat di selesaikan dengan Data Mining,
diantaranya: Menembak target pasar, Melihat pola beli pemakai dari waktu ke
waktu, Cross-Market analysis, Profil Customer, Identifikasi kebutuhan Customer,
Menilai loyalitas Customer, Informasi Summary.
a. Analisa
Perusahaan dan Manajemen resiko
Solusi yang dapat diselesaikan dengan data mining
diantaranya: Perencanaan keuangan dan evaluasi aset, perencanaan sumber daya
(resource planning), persaingan (competition).
b. Telekomunikasi
Sebuah perusahaan telekomunikasi menerapkan data
mining untuk melihat dari jutaan transaksi yang masuk, transaksi mana sajakah
yang masih harus ditangani secara manual
c. Keuangan
Financial Crimes Enforcement Network di Amerika
Serikat baru-baru ini menggunakan data mining untuk menambang triliyunan dari
berbagai subyek seperti property, rekening bank dan transaksi keuangan lainnya
untuk mendeteksi transaksi-transaksi keuangan yang mencurigakan (Seperti money
laundry)
d. Asuransi
Australian Health Insurance Commision menggunakan
data mining untuk mengidentifikasi layanan lesehatan yang sebenarnya tidak
perlu tetapi tetap dilakukan oleh peserta asuransi.
e. Olahraga
IBM Advanced Scout menggunakan data mining untuk
menganalisis statistik permainan NBA ( jumlah shots blocked, assists dan fouls
) dalam rangka mencapai keunggulan bersaing ( competitive advantage ) untuk tim
New York Knicks dan Miami Heat.
D. Metodologi Data Mining
sebagai salah satu bagian dari sistem informasi,
data mining menyediakan perencanaan dari ide hingga implementasi akhir.
Komponen-komponen dari rencana data mining adalah sebagai berikkut.
1. Analisa
Masalah (Analyzing the Problem)
Data asal atau data sumber harus bisa ditaksir untuk
dilihat apakah data tersebut memenuhi kriteria data mining.
Kualitas kelimpahan data adalah faktor utama untuk
memutuskan apakah data tersebut cocok dan tersedia sebagau tambahan. Hasil yang
diharapkan dari dampak data mining harus dengan hati-hati dimengerti dan
dipastikan bahwa data yang diperlukan membawa informasi yang bisa diekstrak.
2. Mengekstrak
dan Membersihkan Data (Extracting dan Cleansing The Data)
Data pertama kli diekstrak dari data aslinya,
seperti dari OLTP basis data, text file, Microsoft Acces Database, dan bahkan
dari spreadsheet, lalu data tersebut diletakan dalam data warehouse yang
mempunyai sruktur yang sesuai dengan data model secara khas.
Data Transformation
Service (DTS) dipakai untuk mengekstrak dan membersihkan data dari tidak
konsistennya dan tidak kompatibelnya dengan format yang sesuai.
3. Validitas Data
(Validating the Data)
Sekali data telah diekstrak dan dibersihkan, ini
adalh latihan yang bagus untuk menelusuri model yang telah kita ciptakan untuk
memastikan bahwa semua data yang ada adalah data sekarang dan tetap.
4. Membuat dan
Melatih Model (Creatig and Training the Model)
Ketika algoritma diterapkan pada model, struktur
telah dibangun. Hal ini sangatlah penting pada saat ini untuk melihat
data yang telah dibangun untuk memastikan bahwa data tersebut menyerupai
fakta di dalam data sumber.
5. Query Data
dari Model Data Mining (Querying the Model Data)
Ketika model yang telah cocok diciptakan dan
dibangun, data yang telah dibuat tersedia untuk mendukung keputusan. Hal ini
biasanya melibatkan penulisan front end query aplikasi dengan program
aplikasi/suatu program basis data.
6. Evaluasi
Validitaas dari Mining Model (Maintaining the Validity of the Data Mining
Model)
Setelah moddel data mining terkumpul, lewat bebrapa
waktu, karakteristik data awal seperti granularitas dan validitas mungkin
berubah. Karena model data mining dapat terus berubah seiring perkembangan
waktu.
E. Proses Data Mining
Fase-fase dimulai dari data mentah dan berakhir
dengan pengetahuan atau informasi yang telah diolah, yang didapatkan sebagai
hasil dari tahapan-tahapan berikut:
a. Data
Cleansing, juga dikenal sebagai data cleansing, ini adalah sebuah fase dimana
data-data tidak lengkap, mengndung error dan tidk konsisten dibuang dari
koleksi data, sehingga data yang telah bersih relevan dapat digunakan untuk
diproses ulang untuk penggalian pengetahuan(discovery knowledge)
b. Data
Integration, pada tahap ini terjadi integrasi data,dimana sumber-sumber data
yang berulang(multiple data), file-file yang berulang(multiple file), dapat
dikombinasikan dan digabungkan kedalam suatu sumber.
c. Data
Selection, pada langkah ini, data yang relevan terhadap analisis dapat dipilih
dan diterima dari koleksi data yang ada.
d. Data
Transformation, juga dikenal sebagai data consolidation. Pada tahap ini, dimana
data-data yang telah terpilih, ditransformasikan kedalam bentuk-bentuk yang
cocok untuk prosedur penggalian (meaning proedure) dengan cara melakukan
normalisasi dan agregasi data.
e. Data
Mining, tahap ini adalah tahap yang paling penting, dengan menggunakan
teknik-teknik yang diaplikasikan untuk mengekstrak pola-pola potensial yang
berguna.
f. Pattern
Evaluation, pada tahap ini, pola-pola menarik dengan jelas mempresentasikan
pengetahuan telah diidentifikasi berdasarkan measure yang telah diberikan.
g. Knowledge
Representation, ini merupakan tahap terakhir dimana pengetahuan yang telah
ditemukan secara visual ditampilkan kepada user.Tahap penting ini menggunakan
teknik visualisasi untuk membantu user dalam mengerti dan
menginterpresentasikan hasil dari data mining.
F. Teknik Data Mining
Sebelum mengetahui teknik-teknik yang dapat
digunakan dalam data mining terdapat empat operasi yang dapat dihubungkan
dengan data mining sebagai berikut.
a. Predictive
modeling, ada dua teknik yang dapat dilakukan dalam predictive modeling, yaitu:
· Classification
Digunakan untuk membuat dugaan awal tentang class
yang spesifik untuk setiap record dalam database dari satu setnilai class yang
mungkin
· Value
Prediction
Digunakan untuk memperkirakan nilai numeric yang
kontinu yang trasosiasi dengan record database. Teknik ini menggunakan teknik
statistic klasik dari linier regression dan nonlinier regression.
b. Database
segmentation
Tujuan dabase segmentation adalah untuk mempartisi
database menjadi sejumlah segmen, cluster, atau record yang sama, dimana record
tersebut diharapkan homogen.
c. Link
analysis
Tujuan link analysis adalah untuk membuat hubungan
antara record yang individual atau sekumpulan record dalam database. Aplikasi
pada link analysis meliputi product affinity analysis, direct marketing, dan
stock price movement.
d. Deviation
detection
Teknik ini sering kali merupakan sumber dari
penemuan yang benar karena teknik ini mengidentifikasi outlier yang
mengekspresikan deviasi dari ekspektasi yang telah diketahui sebelumnya.
Operasi ini dapat ditampilkan menggunakan teknik statistik dan visualisasi.
Aplikasi deviation detection misalnya pada deteksi
penipuan dalam penggunaan kartu kredit dan klaim asuransi, quality control, dan
defect tracing.
Dalam data mining terdapat dua tipe teknik
yaitu:
1. Teknik Klasik
(Classical Technique) yang terdiri atas:
a. Statistic
Statistik adalah cabang ilmu matematika yang
mempelajari tentang sekumpulan dan deskripsi data yang akan digunakan dalam
membuat laporan tentang informasi yang penting agar seseorang dapat membuat
keputusan yang berguna. Salah satu keuntungan statistik adalah menampilkan
database dalam tampilan ber-level tinggi yang menyediakan informasi-informasi
yang berguna tanpa perlu mengerti setiap record secara detail.
b. Nearest
Neighbour
Teknik prediksi pengelompokan dan nearest neighbour
merupakan teknik yang tertua yang digunakan dalam data mining. Nearest
neighbour merupakan teknik prediksi yang hampir sama dengan pengelompokan,
untuk memperkirakan apakah nilai prediksi ada dalam satu record, mencari
kesamaan nilai prediktor didalam basis data historis dan menggunakan nilai
prediksi dari record yang “Terdekat” untuk tidak membagi-bagikan record.
c. Pengelompokan
(Clustering)
Pengelompokan merupakan metode yang
mengklasifikasikan data kedalam kelompok-kelompok berdasarkan kriteria
masing-masing data. Biasanya,teknik ini dipakai untuk memberikan pengguna akhir
sebuah gambaran level atas dari apa yang telah terjadi didalam basis data.
Pengelompokan terkadang digunakan untuk segmentasi.
2. Teknik
generasi selanjutnya (The Next Generation Technique)
Decision Tree (Pohon
Keputusan)
Pohon keputusan merupakan model prediktif yang dapat
digambarkan seperti pohon, dimana setiap node didalam struktur pohon tersebut
mewakili sebuah pertanyaan yang digunakan untuk menggolongkan data. Struktur
ini dapat digunakan untuk membantu memperkirakan kemungkinan nilai setiap
atribut data.
Beberapa hal menarik tentang tree:
a. Tree ini
membagi data pada setiap cabangnya tanpa kehilangan data sedikit pun. Jumlah
total record pada node parent sama dengan jumlah total record yang ada node
children.
b. Sangat mudah
dimengerti bagaimana sebuah model dibangun, kebalikan dengan model dari neural
network atau dari statistik standar.
c. Mudah
untuk menggunakan model ini jika kita mempunyai target pelanggan yang sepertinya
tertarik dengan penawaran marketing.
Dari perspektif bisnis, decision tree dapat dilihat
sebagai pembuatan segmentasi dari data set yang orisinil. Segmentasi ini
dilakukan untuk beberapa alasan tertentu, misalnya untuk prediksi dari beberapa
potong informasi penting. Meskipun decision tree sendiri dan algoritma yang
membuat decision tree itu mungkin saja sangat kompleks, namun hasil yang
ditampilkan dengan cara yang mudah dimengerti sangat membantu untuk pengguna
bisnis. Decision tree sering kali dikembangkan untuk statistican dalam
mengotomatisasi proses menentukan field mana dari database mereka yang
benar-benar berguna untuk terkorelasi dengan masalh tertentu yang sedang mereka
usahakan untuk mengerti. Karena itu, algoritma decision tree cenderung
mengotomatisasi seluruh proses pembuatan hipotesis dan kemudian melakukan
validasi yang lebih komplit dalam cara yang lebih terintegrasi dibanding dengan
teknik data mining lainnya.
Decision tree biasanya
digunakan untuk berbagai kebutuhan:
a. Eksplorasi
Teknologi decision tree dapat digunakan untuk
eksplorasi data set dan masalah bisnis. Hal ini biasanya dilakukan dengan
mencari predictor dan nilai yang dipilih untuk setiap bagian/cabang dari tree
tersebut.
b. Preprocessing
data
Teknologi ini juga dapat digunakan untuk mengolah
daan memproses data yang dapat digunakan pada algoritma lain, misalnya neural
network, nearest neighbour, dan lain-lain. Hal itu karena algoritma lain
memerlukan waktu yang relatif lama untuk dijalankan jika terdapat jumlah
predictor dalam jumlah besar untuk digunakan sebagai model sehingga teknik
decision tree biasanya digunakan pada tahap pertama data mining untuk
menciptakan subset yang berguna dari predictor baru kemudian hasil tersebut
akan dapat dimasukkan pada teknik data miing yang lain.
c. Prediksi
Para analis menggunakan teknik ini untuk membangun
sebuah model prediktif yang efektif.
Decision tree mempunyai beberapa keuntungan sebagai
berikut :
a. Decision
tree mudah dimengerti dan diinterprestasikan.
b. Penyiapan data
untuk decision tree adalahutama dan tidak dibutuhkan.
c. Decision
tree dapat mengatasi, baik data nominal maupun kategorial.
d. Decision tree
merupakan model white box.
e. Decision
tree dapat melakukan validasi terhadap model dengan tes statistik. Hal itu akan
memungkinan untuk menghitung reliabilitad model.
Decision tree meruakan teknik yang kuat, dapat
bekerja baik dengan data yang besar dalam waktu yang singkat.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pada proses Data Mining hal yang paling penting
adalah pada tahap “Data Mining” dengan menggunakan teknik-teknik yang
diaplikasikan untuk mengekstrak pola-pola potensial yang berguna.
B. Saran
Berikut adalah saran yang mungkin perlu dilakukan
dalam pengembangan selanjutnya dimasa yang akan datang terhadap aplikasi data mining dengan metode clustering:
· Dimasa
yang akan datang dalam pengembangan selanjutnya, guna lebih memaksimalkan
pendukung keputusan yang akan diambil, misalkan untuk kepentingan memudahkan
kegiatan promosi bisa ditambahkan sebuah fasilitas berupa fasilitah pengiriman
email kepada customer
· Dalam
studi kasus ini, item yang
digunakan sebagai data proses dalam pembentuk sebuah cluster hanya didasarkan pada
satu item saja yaitu
pembacaan frekuensi id customer yang
ada ditabel transaksi berdasarkan id
customer yang ada ditabel customer. Pada pengembangan selanjutnya disarankan untuk
pengambilan data proses tidak hanya berdasarkan satu item saja, mungkin juga
bisa dilakukan dengan pembacaan lebih dari satu item. Misalnya id barang
ataupun total harga yang dibayarkan untuk transaksinya, sehingga bisa diketahui
barang apa saja yang biasa dibeli customer pada
sebuah klaster maupun besarnya jumlah total harga yang dibayarkan oleh customer terhadap transaksi yang
dilakukannya. Dengan demikian klaster yang dibentuk tidak hanya tiga klaster tapi
mungkin lebih dari pada itu dan informasi yang didapatkanpun menjadi lebih
banyak.
DAFTAR
PUSTAKA
Indrajani,S.Kom.,MM.(2011).Pengantar dan Sistem Basis Data.PT Elex Media
Komputindo,Jakarta.
http://blog-elok.blogspot.co.id/2015/01/makalah-data-mining.html