Sabtu, 24 Oktober 2015

PENGARUH PEREKONOMIAN GLOBAL TERHADAP PEREKONOMIAN DOMESTIK

Ekonomi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Seiring perkembangan zaman ,tentu kebutuhan terhadap manusia bertambah oleh karena itu ekonomi secara terus-menerus mengalami pertumbuhan dan perubahan. Perubahan yang secara umum terjadi pada perekonomian yang dialami suatu negara seperti inflasi ,pengangguran , kesempatan kerja, hasil produksi,dan sebagainya. Jika hal ini ditangani dengan tepat maka suatu negara mengalami keadaan ekonomi yang stabil, mempengaruhi kesejahteraan kehidupan penduduk yang ada negara tersebut. Sudah hampir 66 tahun Indonesia merdeka. Akan tetapi kondisi perekonomian Indonesia tidak juga membaik. Masih terdapat ketimpangan ekonomi, tingkat kemiskinan dan pengangguran masih tinggi, serta pendapatan per kapita yang masih rendah.
           
            Perekonomian suatu negara tidak terlepas dari perekonomian negara lainnya dalam suatu perekonomian global. Proses globalisasi ini mengakibatkan masayarakat dan negara didunia terkoneksi bahkan semakin membuat adanya ketergantungan satu sama lainnya tidak hanya dalam hal ekonomi dan teknologi namun secara politik dan budaya. Tanpa disadari perekonomian dunia dewasa ini semakin menuju pada mekanisme pasar yang kompetitif untuk barang dan jasa, modal dan teknologi untuk memecahkan perekonomian nasional. Implementasi dari keterkaitan dan ketergantungan satu negara dengan negara lainnya adalah ketatnya persaingan baik dalam hal produk barang dan jasa, modal, teknologi, sumber daya manusia. Khusus untuk pasar Investasi, memungkinkan suatu negara berkompetisi dalam hal penyediaan fasilitas dan prosedur yang memadai untuk kegiatan investasi. Apabila suatu negara kurang akomodatif terhadap pasar global ini bahkan kurang memiliki keunggulan akan dapat membahayakan negara tersebut dan terdepak oleh negara lain yang lebih unggul dan lebih terbuka terhadap perekonomiannnya.
Globalisasi telah mengakibatkan terjadinya keterkaitan antar bangsa dan persaingan antar bangsa. Keterkaitan dan ketergantungan antar negara sebagai akibat globalisasi akan menimbulkan persaingan dan persaingan ini masing-masing negara akan meningkatkan daya saing yang pada akhirnya terwujud dalam hubungan perdagangan. Dengan globalosasi setiap negara akan sangat penting untuk meningkatkan daya saing karena hanya negara yang memiliki daya saing produk dan SDM yang baik dan dengan dukungan infrastrutur, teknologi, serta sistem dan kualitas kerja yang baik dan efisien, serta budaya korporasi yang baik, yang akan mampu memanfaatkan dan menang dalam mengambil peluang globalisasi tersebut. Globalisasi yang melahirkan perdagangan bebas pada dasarnya tidak muncul untuk menjadi ancaman bagi suatu negara, namun merupakan peluang bagi seluruh negara di dunia untuk meningkatkan kinerja ekonominya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Globalisasi membuat suatu negara menyiapakan SDM untuk memiliki kualifikasi pesaing dalam persaingan pasar global sehingga dapat menjadi pelaku ekonomi dan pelaku yang kreaif dan inovatif dalam pasar tenaga kerja.
Kondisi Perekonomian Global
Badai krisis ekonomi AS tahun 2008 dan krisis keuangan negara Eropa di akhir tahun 2014 hampir berlalu dan mengarah pada kondisi ekonomi sebelum krisis tersebut dengan adanya tanda-tanda pertumbuhan ekonomi positif serta adanya peningkatan lapangan pekerjaan di negara-negara tersebut. Terpuruknya Ekonomi Jepang di akhir tahun 2014 juga diawal tahun 2015 ini telah menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang positif. Kondisi perekonomian global yang dimotori oleh AS, Uni Eropa, Rusia, Cina, Arab Saudi dan Jepang akan membawa dampak pada perekonomian global. Kekuatan ekonomi beberapa negara ini menyebabkan banyak negara memiliki ketergantungan tinggi secara ekonomi.
Kondisi yang diwaspadai bahwa perekonomian dunia saat ini diperhadapkan pada kebijakan The Fed yang menaikkan suku bunga di tahun 2015 ini. Kebijakan The Fed yang menaikkan suku bunga berdampak pada penguatan mata uang US dollar terhadap mata uang lainnya secara berkelanjutan. Selain itu, menurunnya harga pasar dan komoditas akan terus menghambat pemenuhan kebutuhan domestic suatu negara pengeksport komoditas tersebut. Kemudian jatuhnya harga minyak mentah akan berdampak negative terhadap negara pengeksport yakni akan memperlemah aktifitas perekonomian negara tersebut, namun juga berdampak positif terhadap negara pengimport untuk memperbaiki neraca perdagangannya.
Kondisi Perekonomian Indonesia
Perekonomian Indonesia di kwartal I tahun 2015 ini yang paling menonjol adalah jatuhnya nilai tukar rupiah. Secara ekonomi Rupiah adalah harga diri bangsa Indonesia oleh karena Rupiah adalah milik bangsa dan negara Indonesia. Oleh karenanya tidak dapat disangkal bahwa penurunan nilai rupiah adalah penurunan terhadap harga diri bangsa Indonesia. Beberapa kebijakan fiscal dan moneter telah dibuat namun sampai awal Juni 2015 ini nilai tukar rupiah terhadap US dolar belum juga stabil bahkan sudah mencapai $1 US sudah bertengger diatas Rp 13.300,-. Benar bahwa menurunnya nilai tukar rupiah akan menguntungkan pelaku eksport, namun harga komoditas dunia sementara ini menurun dan negara-nagara pengimport terhadap barang Indonesia belum sepenuhya bangkit dari krisis ekonomi seperti Amerika, Eropa dan Jepang, dan negara-negara inilah pasar tradisional Indonesia.
Pelemahan rupiah akhir-akhir ini terjadi oleh karena kinerja neraca pembayaran Indonesia yang negative atau defisit transaksi berjalan. Kinerja ini nampak pada Investasi Asing yang masuk di dalam Negeri yang belum maksimal. Selain itu yang paling utama mengguncang nilai tukar rupiah adalah memebengkaknya pemerintah dan Swasta. Dengan menurunnya nilai tukar rupiah secara langsung akan meningkatkan jumlah utang dan hal ini pasti akan meningatkan permintaan valas khususnya dolar US,
Sementara pada sisi lain, pendapatan dolar hasil dari ekspor terus menurun, karena permintaan bahan baku dari negara pengenskpor alias negara maju juga turun, karena faktor internal ini terjadi di semua negara. Selain itu, investasi disektor financial ini sangat rentan dan waktunya sangat jangka pendek sehingga dengan mudah terjadi capital out fly dan akan mengganggu stabilitas nilai kurs rupiah. Selain itu sebagau akibat dari kebijakan The Fed menaikkan tingkat suku bunga akan makin membahayakan permintaan US dolar.
Pelemahan rupiah benar akan menguntungkan pelaku eksport namun akan memukul importir khususnya import barang modal dan bahan baku infrastruktur di tanah air. Ditengah pencanangan program pemerintah untuk percepatan pembangunan infrastruktur akan terkendala dengan mahalnya bahan baku dan barang modal. Importir melemah akan membahayakan perekonomian nasional oleh karena tidak sedikit sumber daya yang ada pada usaha tersebut. Pelemahan nilai tukar juga akan meningkatkan harga barang di pasar khususnya barang impor maupun barang yang bahan bakunya adalah impor.



Sabtu, 17 Oktober 2015

PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN GLOBAL TERKINI

Kondisi perekonomian global saat ini masih berada pada fase yang penuh ketidakpastian, antara lain ditunjukan oleh koreksi proyeksi pertumbuhan perekomian dunia oleh lembaga-lembaga internasional. Belum kondusifnya perkembangan perekonomian di dunia antara lain diakibatkan oleh melemahnya pertumbuhan ekonomi negara-negara maju dan berkembang, penurunan harga komoditas, serta perbedaan arah kebijakan moneter dan fiskal di berbagai kawasan.
Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS berada pada level Rp13.047 pada penutupan perdagangan hari Senin tanggal 9 Maret 2015. Sehingga selama tahun 2015 Rupiah mengalami depresiasi terhadap mata uang dollar AS sebesar 4,81% (ytd). Depresiasi nilai tukar Rupiah tersebut seiring dengan tren depresiasi mata uang yang dialami oleh negara-negara lain, yang lebih disebabkan oleh faktor eksternal antara lain penguatan nilai tukar dollar AS terhadap mata uang negara-negara lain sejalan dengan perbaikan perekonomian AS serta kebijakan normalisasi moneter yang diambil oleh the US Fed.
Ditinjau dari indikator Real Effective Exchange Rate (REER), yang mengukur kondisi  perekonomian suatu negara dengan memperhatikan pergerakan nilai tukar, pergerakan REER Indonesia masih sejalan dengan arah pergerakan negara emerging markets lainnya. Posisi REER Indonesia  juga masih berada level yang cukup kompetitif, khususnya dibandingkan dengan negara ASEAN-5.
Secara historis,  berdasarkan data perekonomian Indonesia beberapa tahun terakhir pada saat terjadi depresiasi rupiah seperti: krisis global 2008/2009 serta isu tapering off mulai bergulir,  arus FDI masih tetap masuk ke Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah karena aktivitas investasi di Indonesia, baik asing maupun domestik, banyak yang dikategorikan investasi mendukung konsumsi domestik.
Perlu digarisbawahi bahwa tren depresiasi nilai tukar Rupiah Indonesia kali ini berbeda dengan kondisi pada saat krisis keuangan tahun 1997-1998 dan krisis 2008-2009. Kondisi perekonomian Indonesia saat ini jauh lebih baik, dan beberapa indikator lain seperti indeks harga saham gabungan (IHSG) dan posisi cadangan devisa menunjukan tren peningkatan, berbeda dibandingkan dengan kondisi pada saat dua krisis terdahulu terjadi. Di samping itu untuk memitigasi risiko eksternal yang berasal dari dinamika sektor keuangan global seperti rencana kenaikan suku bunga The Fed, Pemerintah telah menyiapkan  beberapa langkah-langkah antisipasi sebagai berikut:
Membentuk protokol managemen krisis nasional di dalam wadah FKSSK yang beranggotakan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas  Jasa Keuangan serta Lembaga Penjamin Simpanan. 
Menyiapkan implementasi Bond Stabilization Framework (BSF) dengan beberapa lapisan pencegahan (lines of defense), di antaranya pembelian kembali (buyback) sekuritas utang, penggunaan dana investasi BUMN, termasuk BPJS serta Saldo Anggaran Lebih/SAL.
Membentuk beberapa currency swap line, antara lain di level bilateral (non-USD denominated), di antaranya dengan China, Jepang, dan Korea Selatan, dan di level regional ASEAN+3 (non-USD denominated) melalui CMIM disertai perjanjian pengumpulan cadangan devisa secara kolektif (pooled FX reserve).
Menyiapkan Deferred Draw Down Option (DDO)  bekerja sama dengan World Bank, Asian Development Bank, Australia serta Jepang (JBIC) senilai total USD 5 miliar yang diperuntukan untuk mengantisipasi dampak ketidakpastian global terhadap perekonomian Indonesia khususnya pembiayaan APBN.
Namun demikian, Pemerintah memahami bahwa depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap dollar AS akan membawa dampak pada pelaksanaan APBN-P 2015. Utamanya, pengaruh depresiasi akan menyebabkan penurunan defisit pada postur APBN-P 2015. Seiring dengan depresiasi Rupiah, penerimaan negara akan lebih tinggi dibandingkan dengan tambahan belanja yang harus dikeluarkan. Reformasi kebijakan subsidi energi yang telah dilakukan oleh pemerintah membuat tekanan belanja subsidi akibat pergerakan kurs menjadi berkurang. Di sisi lain, kebijakan pemerintah yang lebih mengandalkan sumber pembiayaan dalam negeri serta penerapan negative net flow untuk utang luar negeri membuat tambahan belanja pembayaran bunga utang relatif terkendali.
Pemerintah juga menyadari tambahan kebijakan belanja infrastruktur  yang secara signifikan dilalokasikan di APBN-P 2015 berpotensi meningkatkan risiko bagi current acccount  melalui peningkatan impor,  namun Pemerintah memperkirakan defisit current account masih akan managable dan sustainable pada level sekitar 3%. Yang lebih penting lagi defisit current account yang terjadi sekarang diakibatkan oleh kegiatan yang produktif, yaitu pembangunan infrastruktur. Di samping itu di dalam jangka menengah panjang kebijakan peningkatan belaja infrastruktur ini akan meningkatkan daya saing perekonomian sehingga akan memberikan kontribusi bagi perbaikan current account.
Beberapa upaya yang akan dilakukan Pemerintah untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan antara lain:
Dalam rangka meningkatkan daya saing produk dalam negeri, Pemerintah juga akan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur fleksibilitas Bea Masuk Anti Dumping Sementara (BMADS) dan Bea Masuk Tindakan Pengamanan Sementara (BMTPS), sebagai respon jika terdapat lonjakan impor barang tertentu, serta penyederhanaan prosedur dan mekanisme pengembalian.
Dalam rangka mendorong peningkatan investasi langsung baik dari penanaman modal asing (PMA) maupun dalam negeri (PMDN), Pemerintah dalam waktu dekat akan mengeluarkan Revisi PP Nomor 52 Tahun 2011 yang biasa dikenal dengan tax allowance.  Fasilitas ini juga akan diberikan kepada dividen yang  direinvestasi di dalam negeri. Selain itu, prosedur pemberian tax allowance juga dipermudah yaitu melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan sebagian besar proses akan dilakukan di PTSP tersebut sehingga diharapkan proses akan lebih cepat.
Mendorong kebijakan peningkatan penggunaan biofuel yang saat ini  ditetapkan sebesar 10% menjadi lebih tinggi lagi, tentunya dengan memperhatikan ketersediaan supply serta kebijakan harga yang kompetitif.
Kebijakan lain yang juga akan dikeluarkan adalah skema perpajakan  khususnya PPN untuk industri pelayaran dalam negeri agar bisa lebih kompetitif.
Mendorong terbentuknya BUMN reasuransi untuk mengurangi defisit di neraca jasa khususnya asuransi.
Meningkatkan Law Enforcement untuk mendorong implementasi UU Mata uang  yang mewajibkan penggunaan rupiah untuk bertransaksi di dalam negeri.
Mendukung kewajiban penggunaan LC untuk transaksi empat komoditas utama.
Memperbaiki sistem remitansi untuk memudahkan arus masuk pendapatan orang Indonesia yang bekerja di luar negeri ke dalam sistem perbankan dalam negeri.
Pemerintah telah melakukan langkah perbaikan penyehatan APBN untuk mendukung stabilitas makroekonomi antara lain melalui defisit APBN yang dijaga pada tingkat yang rendah serta alokasi belanja APBN dibuat lebih produktif. Selain itu rasio utang Pemerintah terhadap PDB berada pada kisaran 24% yang merupakan tingkat yang aman dan rendah dibandingkan dengan negara lain.

REFERENSI :
http://www.kemenkeu.go.id/SP/perkembangan-perekonomian-terkini


Sabtu, 10 Oktober 2015

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DI INDONESIA



Indonesia merupakan salah satu negara berkembang di Dunia dengan pengaruh teknologi yang cukup besar yang sebagai konsumen teknologi Negara lain. Agar Indonesia menjadi salah satu Negara maju dan tidak Negara berkembang lagi maka tingkat perkembangan teknologi di Indonesia harus ditingkatkan lagi daripada yang sebelumnya. Adanya teknologi sangat membantu kita di era modern ini. Contohnya teknologi handphone yang dimana semua orang sekarang sudah menggunakan handphone, dengan handphone kita bisa berkomunikasi antar manusia di berbagai pelosok dunia. Terlebih sekarang adanya smartphone yang memudahkan kita seluncur di media social internet. Dengan adanya teknologi kita dapat belajar dan berbagi informasi dan mendapatkan informasi dimana dan kapanpun. Dilihat dari segi Pendidikan, teknologi informasi sangat berperang penting dalam hal pembelajarandengan adanya media internet bisa membantu dunia pendidikan untuk menerapkan system pembelajaran yang lebih efektif. Adanya internet membantu guru dan murid berselancar di internet untuk berbagi pembelajaran kepada murid-muridnya dengan mudah. Negara Indonesia adalah Negara berkembang dimana masih mempunyai masalah dengan infrastruktur teknologi informasi yang masih minim. Itulah yang mengakibatkan orang-orang masih terbatas untuk mencari informasi di Indonesia, seperti halnya di daerah-daerah yang penyebaran infrastrukturnya masih belum merata, sangat jauh berbeda dengan kota-kota besar yang sudah leluasa untuk mencari informasi dengan fasilitas yang tersedia. Dengan belum meratanya penyebaran teknologi informasi akan berpengaruh terhadap proses perkembangan pendidikan. Hal ini dikarenakan peran teknologi informasi di dunia pendidikan sangatlah penting. Dengan adanya teknologi informasi segala macam ilmu pengetahuan dan informasi dapat diterima dan didapatkan dengan mudah dan cepat. Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan komunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya. Salah satu wadah yang dirasa paling berperan dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia saat ini adalah internet. Di Indonesia terutama yang berada di kota-kota besar sudah banyak masyarakat yang mempunyai akses internet, sehingga pemanfaatan internet sebagai salah satu media pembelajaran dan pencarian informasi dan pengetahuan dapat lebih maksimal walaupun akses internet di Indonesia belum sepenuhnya dapat dirasakan semua orang.Internet adalah salah satu media global yang mampu memberikan beragam hiburan dan informasi untuk kebutuhan manusia dalam memenuhi hasrat hidupnya seperti informasi, komunikasi, interaksi, Edukasi, hiburan, dll.sekarang ini apa-apa kita larinya ke internet mungkin internet sekarang sudah mendarah daging di diri kita ituah era modern. Oleh karena itu memanfaatkan internet secara tepat dan sehat sangat di anjurkan demi menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi setiap individu. Bila penggunaan internet cenderung ke arah yang negative tentu akan berdampak buruk bagi penggunanya, namun bila internet di manfaatkan ke arah yang positif pastilah akan memberikan efek yang positif pula untuk meningkatkan kecerdasan bagi penggunanya. Dampak buruk yang ditimbulkan dari Internet adalah Menemukan dan mengakses konten illegal, seperti perjudian dan pornografi. Situs-situs yang berisi konten illegal biasanya menjerat pengguna dengan memunculkan iklan yang tidak dikehendaki (pop-up trap). Mengalami pencurian identitas (phising/pharming) karena memberikan informasi pribadi terlalu terbuka. Selanjutnya identitas yang dicuri tersebut dapat dipergunakan untuk melakukan pencurian, penipuan, atau perbuatan illegal lainnya. Maka hati-hatilah dalam penggunaan Internet, apalagi sekarang anak-anak sudah bisa menggunakan internet orangtua harus waspada terhadap anaknya. Beri bimbingan khusus untuk anak-anak dibawah 17 tahun karena maraknya situs-situs pornografi. Melihat dari segi manfaat, internet mempunyai manfaat begitu besar bagi penggunanya. Manfaat internet bagi pelajar yaitu memperluars wawasan pengetahuan, sebagai pengetahuan pelajaran yang belum dimengerti di sekolah, melatih siswa dalam penggunaan computer, sebagai sarana komunikasi saru dengan yang lainnya. Manfaat internet bagi masyarakat yaitu internet sebagai sumber informasi sehingga mudah untuk membantu kehidupan masyarakat, keberadaan internet dapat mempermudah pekerjaan seseorang, adanya bisnis online sehingga membuka lapangan pekerjaan, dan dalam hal pergaulan internet memberikan peranan yang sangat besar. Menurut saya, memang internet sangat dibutuhkan dikalangan manapun karena itu saya terbantu dalam mengerjakan tugas kampus dan tidak tertinggal informasi di era globalisasi ini. Ketika saya kurang paham dalam hal mata kuliah saya, saya bisa mencarinya di intenet dengan situs Youtube yang membantu saya dalam belajar. Pergunakan lah internet dengan sebaik-baiknya. Maka teknologi informasi dengan menggunakan internet sangatlah efektif karena peningkatan jumlah pengguna di Indonesia dari tahun ke tahun. Ini sangat menunjukan bahwa adanya peluang besar di pasar internet di Indonesia. Jadi kesimpulannya, dalam era globalisasi ini teknologi informasi di Indonesia dapat memberikan peranan penting bagi penggunanya termasuk penggunaan internet yang sangat memadai.

Jumat, 02 Oktober 2015

KEBUDAYAAN YANG ADA DI INDONESIA


Disini saya akan mengeluarkan pendapat atau opini saya mengenai kebudayaan yang ada di Indonesia. Sebelum mengetahui seluk beluknya yang berkenaan dengan kebudayaan, maka coba kita perhatikan arti kata budaya menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), budaya diartikan sebagai akal budi, pikiran atau adat-istiadat. Jadi jika dikatakan menurut tata bahasa, arti dari kebudayaan ini diturunkan dari makna kata budaya dan cenderung mengarah kepada pola pikir manusia. Sehingga Pengertian Kebudayaan sendiri adalah sebagai segala sesuatu yang berkaitan pada akal atau pikiran manusia serta bisa pula menunjuk terhadap perilaku, pola pikir dan karya fisik untuk sekelompok manusia. Setelah kita mengetahui pengertiannya, sekarang saya akan menjelaskan mengenai seni budaya yang ada di Indonesia. seni budaya di indonesia berkaitan erat dengan cara manusia menjalani kehidupannya. cara bersosialisasi dengan masyarakat sekitar, cara memenuhi hidupnya sampai masyarakat mengekspresikan perasaan dalam dirinya. Jadi seni budaya tidak hanya berkaitan dengana seni belaka, seni budaya di indonesia di antaranya sebagai berikut seperti jenis-jenis rumah seperti rumah joglo adalah rumah adat masyarakat Jawa, rumah gadang daari Sumatera Barat, rumah tongkonan dari Sulawesi Selatan dan masih banyak lagi. Untuk kesenian alat musik antara lain seperti angklung, kecapi, karinding dari masyarakat sunda dari Jawa bagian barat, Sasando berasal dari daerah NTT, Tifa berasal dari Maluku dan Papua dll. Untuk tarian yaitu tarian Saman dari dari Aceh, tarian reog ponorogo dari Jawa Timur, tarian Pendet dan Kecak dari Bali, tarian Jaipong dari Jawa Barat dll. Itulah sebagian dari kebudayaan Indonesia. Tidak dapat dipungkiri jika kekayaan kebudayaan kita memiliki daya tarik bagi wisatawan asing.
Berbicara soal kebudayaan Indonesia akhir-akhir ini banyak pemberitahuan mengenai  diklaimnya kebudayaan Indonesia oleh saudara serumpun kita, yakni Malaysia. Memang sudah berkali-kali kebudayaan kita telah diklaim oleh Malaysia, seperti beberapa motif batik, alat musik traditional angklung, dan lagu daerah Rasa Sayange, Reog Ponorogo dan yang masih hangat dalam berita akhir-akhir ini dan hampir kita kecolongan adalah tari pendet dari Bali. Dan yang paling menyedihkan, bukan hanya diklaim saja, tapi sudah ada yang dipatenkan. Permasalahan pencurian kebudayaan bukanlah perkara yang mudah, buktinya pemerintah tak kunjung juga dapat menyelesaikan permasalahan budaya lainnya. Karena tak dapat dipungkiri untuk mematenkan suatu kebudayaan diperlukan dana yang sangat besar. Namun kebudayaan adalah aset yang sangat berharga yang di wariskan oleh nenek moyang kita. Apa kita mau kehilangan semua itu? Yang lebih parahnya lagi, salah satu pejabat tinggi di Malaysia mengatakan bahwa Malaysia bisa saja menggunakan semua budaya yang dimiliki oleh Indonesia untuk mempromosikan negaranya dengan alasan kedekatan budaya dan sejarahnya. Padahal penerapannya tidak semudah itu untuk saat ini, apalagi mengenai perihal penggunaan budaya suatu bangsa untuk mempromosikan bangsa lain yang bukan pemiliknya. Pemerintah sampai saat ini masih belum bisa menyelesaikan permasalahan tersebut. Karena kebudayaan adalah aset yang sangat berharga, sehingga untuk mematenkan suatu kebudayaan dibutuhkan dana yang sangat besar. Apa kita mau kehilangan semua itu? Tentu tidak kan?  Untuk itu, Kita harus benar-benar menjaga budaya-budaya yang ada di negara kita tercinta agar  tidak diakui sebagai budaya negara asing lagi. Masyarakat Indonesia berbondong-bondong mengecam hal tersebut dengan berbagai cara, seperti demo kepada Malaysia dan Pemerintah Indonesia. Memang hal itu wajib dilakukan untuk membuktikan rasa nasionalisme dan rasa cinta kita terhadap budaya Negara Indonesia. Selama ini kebanyakan dari kita akan terpancing emosinya apabila sebuah kesenianatau budaya milik Indonesia diklaim oleh bangsa lain. Biasanya akan banyak reaksi perlawanan dari masyarakat yang muncul akibat tindakan pengklaiman ini. Namun marilah kita sejenak melakukan introspeksi diri. Kenapa masyarakat Indonesia baru beramai-ramai mengecam hal itu setelah terjadinya pengklaiman yang dilakukan oleh pihak Malaysia? Seandainya Malaysia tidak mengklaim budaya atau kesenian Indonesia, apakah kita selama ini peduli dengan kelestarian budaya tersebut? Kita baru memperdulikannya ketika budaya tersebut diklaim oleh bangsa lain. Seandainya pencurian budaya ini dibiarkan saja dan tidak ditangani secara serius, bisa jadi lama-kelamaan aset kita satu per satu diambil oleh Malaysia dan bisa jadi oleh pihak-pihak lain. Pemerintah mungkin memang lamban dalam mematenkan kebudayaan Indonesia, tetapi pemerintah juga sudah melakukan upaya untuk melestarikan kebudayaan Indonesia, buktinya adalah terdapatnya pelajaran Pendidikan Seni Budaya di dalam kurikulum pendidikan jenjang dasar dan menengah, dan terdapat pelajaran Kesenian Daerah pada Muatan Lokal di beberapa sekolah. Nah, sekarang tinggal tergantung pada kita sebagai masyarakat Indonesia, akan memilih mempertahankan kebudayaan Indonesia atau memilih untuk apatis dan membiarkan kebudayaan Indonesia semakin luntur.



AUTOBIOGRAFI RACHMA RAMADHANTI



Nama saya Rachma Ramadhanti, saya dilahirkan secara normal di Jakarta hari Senin tanggal 5 Februari 1996 (19 tahun). Saya anak pertama dari tiga bersaudara, Ayah saya bernama Ilyas Heryanto lahir tanggal 15 Juni 1965 (50 tahun) dan Ibu saya Siti Rukmini lahir tanggal 14 Februari 1969 (46 tahun). Saya beragama Islam. Dahulu nama saya bukan Rachma Ramadhanti tetapi Rahmawati, entah kenapa ketika saya menginjak Sekolah Dasar dengan keinginan saya sendiri saya minta untuk diganti namanya kepada Ibu saya. Alasan saya ingin mengganti nama saya ketika itu saya berpikir bahwa nama saya terlalu pendek, lalu Ibu saya menginjinkannya. Maka Ibu saya memberikan nama Rachma Ramadhanti dengan arti Rahmat di bulan Ramadhan, karena ketika itu saya lahir di bulan suci ramadhan. Ayah saya bekerja sebagai kontraktor bangunan di Jakarta dan Ibu saya hanya seorang ibu rumah tangga, saya mempunyai 2 orang adik laki-laki. Adik saya yang pertama bernama Rizkia Muhammad Arif sekarang dia sudah menginjak bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kelas 11, dan adik saya yang terakhir bernama Muhammad Ilham Triseptian sekarang dia sudah menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 7. Kami adalah keluarga sunda tulen, Ayah saya lahir di Pangandaran Jawa Barat, begitupun dengan Ibu saya lahir di Pangandaran Jawa Barat.
Saya memulai karir pendidikan pada usia saya yang ke 4 tahun, saya masuk Taman Kanak-kanak (TK) saya menempuh pendidikan 2 tahun di TK. Pada tahun pertama saya masuk TK Kartini yang berada di Desa Bojong Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran Jawa Barat. Pada tahun terakhirnya saya pindah ke Jakarta masuk di TK Al-Muttaqin yang berada di Jatibening Jakarta Timur. Setelah lulus TK saya kembali lagi ke Pangandaran, entah kenapa orang tua saya memindah-mindahkan sekolah saya dan ternyata karena pekerjaan Ayah saya dahulu belum menetap dan berpindah-pindah kesana kemari. Pada tahun 2002 saya masuk di bangku SDN 1 Bojong yang berada di Desa Bojong Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran Jawa Barat, waktu itu saya tinggal bersama kakek nenek tiri yang dari Ibu saya disebabkan orang tua saya sibuk bekerja di Jakarta. Di SDN 1 Bojong ini hanya sampai kelas 1 saja, kelas 2 SD nya saya pindah lagi ke Tasikmalaya Jawa Barat tinggal bersama  nenek kandung yang dari Ibu saya. Memang sungguh mengharukan perjalanan pendidikan SD saya yang harus pindah kesana kemari di usia saya masih kecil dan harus berulang-ulang kali beradaptasi dengan lingkungan masyarakat. Berbeda ketika saya tinggal bersama nenek tiri saya di Pangandaran ketika masih kelas 1 SD saya sangat di manja oleh nenek tiri saya, keinginan saya selalu dipenuhi olehnya. Berbanding terbalik dengan nenek kandung saya, di Tasikmalaya saya tidak mendapatkan kebahagiaan selayaknya yang anak-anak rasakan di usianya, saya kurang sekali perhatian dari orang tua. Saya tidak terurus waktu itu, rambut saya banyak kutu rambutnya dekil dan badan saya kurus tak terurus. Sungguh masa kecil yang sangat menyedihkan ketika sepupu-sepupu saya menganggap saya seperti seorang pembantu yang dengan seenaknya memerintah ini itu kepada saya, saya hanya diam sebagai anak kecil yang tak tahu apa-apa hanya menuruti apa yang diperintahkan.
Ayah dan Ibu saya menengok ke Tasikmalaya hanya 3 bulan sekali saja itu pun hanya sebentar, sedih rasanya dulu ingin pindah sekolah lagi tapi apa daya orangtua saya masih sibuk di Jakarta dengan pekerjaannya. Dan akhirnya Ayah dan Ibu saya mengetahui apa yang saya rasakan selama tinggal bersama nenek kandung saya, kemudian orang tua saya memutuskan untuk memindahkan saya lagi. Untungnya saya sudah waktunya naik kelas, lalu kelas 3 saya pindah ke Jakarta kembali dan tinggal bersama orangtua saya. Saya harus beradaptasi kembali, tetapi walaupun sekolah saya berpindah-pindah saya cukup dibilang siswa berprestasi di sekolah dengan mendapat peringkat 2 di kelas 2 SD dan peringkat 3 di kelas 1 SD. Kelas 3 SD saya tinggal bersama orangtua saya sungguh senang saya bisa bersama keluarga kembali, tapi suatu ketika terjadi konflik antara Ayah dan Ibu saya yang menyebabkan Ibu saya ingin kembali ke kampung halamannya ke Pangandaran. Apa daya konflik tak bisa terselesaikan Ibu saya mengajak saya dan adik-adik saya pindah kembali ke Pangandaran, dan terjadi lagi saya pindah sekolah kembali. Kelas 4 SD saya pindah ke SDN 1 Bojong kembali, saya harus kembali beradaptasi kembali walaupun dulu saya pernah 1 tahun sekolah di SD ini. Dan semenjak itu, Ibu saya memutuskan untuk tinggal selamanya di Pangandaran dan Ayah saya tinggal di Jakarta karena pekerjaannya. Dan akhirnya saya lulus Sekolah Dasar di SDN 1 Bojong dengan mendapatkan peringkat ke 2 terbesar nilai ujian nasional pada tahun 2008.
Kemudian saya melanjutkan pendidikan saya dengan masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMPN 1 Pangandaran yang berada di kecamatan Pangandaran. Jarak rumah saya dengan SMP saya ± 9KM, waktu itu saya menggunakan bus umum untuk berangkat ke sekolah. Dan alhamdullilah pada kelas 7 dan 8 saya masuk kelas unggulan dan mendapat peringkat ke 5 dari 45 murid. Pada kelas 8 SMP benih-benih cinta mulai datang, saya merasakan jatuh cinta pada teman sekelas saya disitulah saya sangat semangat berangkat sekolah. Semangat yang berkibar-kibar seolah-olah ingin menunjukan kelebihan belajar dikelas, semangat mendapatkan nilai yang tinggi karena akan malu jika mendapatkan nilai rendah dihadapan orang yang kita sukai. Berbeda dengan orang lain, jika jatuh cinta maka sebagian orang akan turun prestasinya dikarenakan memikirkan orang yang disukainya, berbeda dengan saya yang membuahkan hasil mendapat peringkat 1 dari 32 murid di kelas 8. Kemudian di kelas 9 saya ditunjuk oleh wali kelas  bahwa saya adalah Ketua Murid di kelas atau sering disebut KM, entah kenapa tidak laki-laki saja yang menjadi ketua murid.  Dahulu saya terkenal tegas alias galak di kelas ketika menjadi ketua murid, disini lah saya belajar menjadi seorang pemimpin mengatur, mengkoordinasikan, mengambil keputusan dikelas. Alhamdulillah saya lulus SMP dengan peringkat ke 3 di kelas 9 pada tahun 2011.
Setelah lulus dari SMP saya langsung melanjutkan sekolah ke Sekolah Menengah Atas di SMAN 1 Pangandaran yang berlokasi lebih jauh dari SMPN 1 Pangandaran. Dari rumah jaraknya sekitar ± 12KM, waktu itu saya menggunakan motor pribadi untuk pergi kesekolah. Masuk SMA saya menggunakan jalus khusus dan masuk tanpa test, lalu saya melaksanakan MOS (Masa Orientasi Siswa) selama 4 hari dan 3 hari 2 malam melaksanakan Mata Cakap (Masa Ta’aruf Calon Anggota Keluarga Ambalan Penegak) memiliki kesan dan pesan tersendiri dalam MOS disana saya diajarkan untuk benar-benar mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab. Di dalam kegiatan MOS kita ditunjukan demonstrasi dari berbagai eksta kulikuler yaitu PMR(Palang Merah Remaja), PALAPA(Pecinta Alam Pangandaran), Sanggar Seni, Irema(Ikatan Remaja Masjid), Olahraga, Paskibra, Karate dll. Ada salah satu Eksta kulikuler yang menarik perhatian saya yaitu PALAPA, waktu itu PALAPA menunjukan demonstarsinya dengan Rappeling yaitu suatu metode turun tebing dengan menggunakan perlengkapan tali. Tapi tidak di tebing melainkan turun dari pohon karena tidak ada tebing di area sekolah, ketika saya melihat kakak kelas turun itu sangat memicu adrenalin dan saya suka akan tantangan. Setelah 4 hari melaksanakan MOS dilanjut dengan Mata Cakap yang identik dengan Kepramukaan, kegiatan Mata Cakap ini dilaksanakan 3 hari 2 malam yang dimana siswa yang mengikuti kegiatan ini harus membawa beberapa persyaratan yang diberikan dari kakak kelas atau kakak pengurus pramuka atau bantara. Persyaratannya aneh-aneh atau namanya asing seperti kita harus membawa biscuit berjerawat alias beng-beng, serbuk berabjad alias kopi abc dll kemudian kita harus menggunakan empeng agar kita gak berisik, memakai pakaian pramuka lengkap ditambah menggunakan pita pada bagian kerudung untuk perempuan jika untuk laki-laki pita dikenakan di lengan kanannya dan untuk acaranya kita bagi untuk beberapa kelompok. Perkelompok harus membawa tenda lengkap dengan tiangnya dan membawa bilah bambu untuk pagar dan memasang bendera merah putih dan pramuka. Siswa dilarang menggunakan kendaraan pribadi pada saat mengikuti Mata Cakap jadi setiap siswa diantar oleh orangtuanya, pada saat itu saya diantar oleh Ibu saya yang setia mengantarkan menggunakan motor dengan membawa 15 potong kayu bakar.
 Pada hari pertama Mata Cakap, pagi-paginya kita mengantri untuk menyerahkan persyaratan yang telah ditentukan oleh kakak bantara dan absen siswa. Setelah itu kita mendirikan tenda dengan kelompok masing-masing yang telah ditentukan sebelumnya, tendapun sudah berdiri kokoh saatnya upacara pembukaan Mata Cakap yang dilakukan pada siang hari. Pengalaman yang sangat berkesan ketika Mata Cakap yaitu ketika setelah upacara pembukaan saatnya makan siang dan itu harus mengantri dari lapangan menuju dapur sekolah sambil membawa piring plastik dan gelas yang telah kita bawa, kita tidak boleh berisik jika ingin makan dibentak-bentak oleh kakak bantara dan badan harus sigap dan tegak pada saat makan. Yang lebih parahnya kita minum harus serentak atau berbarengan jika tidak disuruh tidak boleh minum, dengan posisi kaki dilipat dan badan tegak pada saat makan itu rasanya seperti kita sebagai tawanan tapi disinilah saya diajarkan kedisiplinan. Setelah itu kita mengikuti berbagai macam kegiatan hingga larut malam, indah sekali ketika saya tidur di luar tenda menghadap kelangit penuh dengan bintang dilangit dan merasakan kebersamaan bersama teman-teman. Hari kedua Mata Cakap, paginya kita olahraga bersama dan bersih-bersih sekolahan setelah itu kita diberitahukan untuk memakai pakaian pramuka lengkap akan ada perjalanan. Kita melakukan perjalanan dengan kelompok masing-masing, waktu itu saya ditunjuk sebagai ketua barisan. Yang kita rasakan waktu perjalanan adalah jantung berdebar-debar pasti nanti di tengah-tengah perjalanan ada tantangan, dan ternyata benar ditengah-tengah perjalanan kita di suruh jalan bebek lalu tiarap dalam lumpur dan menyeberangi danau lumpur yang hanya menggunakan satu bambu dan berpegang hanya pada tali pramuka. Sungguh tantangan ini sangat menegangkan, saatnya saya untuk menyeberangi danau itu ! dari awal memang saya sudah tidak yakin dan terjadilah saya tercebur kedalam danau lumpur tersebut. Dan akhirnya saya kembali beserta kelompok saya dengan keadaan pakaian penuh dengan lumpur,  sampai nya di sekolah kita disuruh untuk membersihkan badan dan bersiap-siap untuk acara selanjutnya yaitu Malam Unggun Api. Malam Unggun Api yang bertepatan dengan malam minggu dan bintang dilangit yang bertebaran membuat acara ini sangat berkesan dimana kita semua menyanyikan lagu unggun api secara serentak dan disuguhi beberapa permainan yang menyenangkan hingga larut malam sekali. Di hari ketiga atau hari terakhir Mata Cakap, paginya kita merubuhkan tenda dan membereskannya bersiap-siap untuk upacara penutupan Mata Cakap. Ini adalah pengalaman yang sangat mengesankan dan menyenangkan bagi masing-masing siswa, Mata Cakap mengajarkan kerjasama, kedisiplinan, ketegasan, menghargai waktu, berpikir positip dan rasa tanggung jawab. Masa dimana saya tidak akan lupakan kenangan dan pengalaman Mata Cakap ini.
Akhirnya masa MOS dan Mata Cakap pun berakhir, tiba waktunya hari senin dimana sekolah perdana saya masuk kelas 10 bertemu dengan teman-teman baru. Waktu itu saya masuk di kelas X8 bersama 42 teman saya, kita saling mengenal satu sama lain. Pada suatu saat dimana kita oleh sekolah diperintahkan untuk mengikuti minimal 1 ekstra kulikuler yang ada disekolah, saya langsung tertuju pada PALAPA (Pecinta Alam Pangandaran). Sebenarnya alasan saya ingin masuk PALAPA bukan hanya saya suka akan adrenalin saja, melainkan ada salah satu kakak kelas saya yang saya sukai. Namanya Muhammad Hasanudin Hidayat, waktu itu dia demonstrasi turun tebing yang membuat saya tertarik padanya. Dia orangnya kalem, putih dan ganteng juga. Akhirnya saya memilih ekstra kulikuler PALAPA, dan tak hanya itu saja dulu saya mengikuti ekstrakulikuler PMR(Palang Merah Remaja), Sanggar Seni bagian vocal, dan saya terpilih menjadi Bantara. Kelas 10 pun berlalu, dimana saya naik ke kelas 11 dengan harus memilih jurusan antara IPA atau IPS. Karena saya senang dengan pelajaran Matematika dan Fisika saya putuskan saya untuk memilih jurusan IPA dan akhirnya saya masuk kelas 11 IPA 2 bersama 45 siswa lainnya. Waktu itu kita menamai kelas kita EXCITED yang artinya (Exact Community Intelegent Dua), kelas kita terkenal sebagai kelas yang kompak dan paling berisik jika ada yang mengusik. Beralih kepada ekstrakulikuler, ketika kelas 10 kita masih menjadi calon anggota di kelas 11 kita sudah menjadi anggota dan memilih kepengurusan baru. Di ekstrakulikuler PALAPA karena dulu saya sangat aktip dan tak pernah bolos masuk jadi saya terpilih sebagai Sekretaris PALAPA 2012, untuk PMR saya terpilih sebagai Seksi Humas yang dimana jika ada acara keluar daerah saya yang mewakilinya. Untuk Sanggar Seni vocal saya hanya sebagai anggota karena saya tidak terlalu aktip di Sanggar karena focus kepada PALAPA dan PMR saja. Dimana jika ada acara besar sekolah seperti Mata Cakap ada beberapa ekstakulikuler yang dibutuhkan sekolah seperti PMR yang berfungsi sebagai seksi kesehatan ketika perjalanan dan PALAPA sebagai menunjuk arah dalam perjalanan Mata Cakap dan Sanggar seni sebagai paduan suara saat menyanyikan lagu Unggun Api, disini saya merasa bingung karena semua ektrakulikuler saya masuk dalam undangan kegiatan besar sekolah dimana saya harus membagi-bagi waktu tapi disaat itu juga saya harus lebih focus kepada PALAPA yang dimana saya menjabat sebagai Sekteraris dimana Sekretaris sebagai roda dalam organisasi itu sendiri. Tetapi karena saya terlalu sibuk memikirkan organisasi hampir saya tidak focus kepada pelajaran hingga menyebabkan peringkat di kelas saya menurun, di semester 1 saya peringkat ke 4 di semester 2 saya menjadi peringkat ke 7. Disini saya merasa sedih tapi taka pa karena semuanya pasti ada resikonya. Kelas 10 dan 11 pun berlalu begitu cepatnya hingga saatnya dimana saya masuk kelas 12 dimana tingkat akhir dalam Sekolah Menengah Atas, dimana saya harus melepaskan semua organisasi saya dan harus focus kepada Ujian Nasional. Hari-hari saya diiisi dengan belajar dan belajar tidak ada lagi organisasi, focus kepada Ujian Nasional yang dimana menentukan kelulusan kita.
Hari demi hari pengayaan disekolah dilakukan, tak hanya pengayaan karena menurut saya belajar disekolah saja tak cukup maka saya memutuskan untuk mengikuti bimbingan belajar di Primagama yang dimana lokasinya jauh sekali dengan rumah saya. Jaraknya ±15KM dengan keadaan jalan yang rusak, sungguh butuh pengorbanan sekali saya untuk sampai di Primagama. Tapi saya percaya pengorbanan tak akan mengkhianati hasil yang saya perbuat, hingga akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu tiba dimana saya sudah siap untuk Ujian Nasional, UN dilakukan selama 3 hari dengan 2 mata pelajaran 1 hari. Alhamdullilah UN berjalan lancar dan tinggal menunggu hasilnya. Saya sedih karena harus berpisah dengan teman-teman EXCITED yang sudah menemani selama 2 tahun tapi saya tahu bahwa setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan, hasil UN pun keluar dan saya beserta siswa lainnya dinyatakan LULUS dalam UN 2014. Hati ini lega, senang , gembira masa SMA telah berakhir tapi sesungguhnya ini aalah awal dari segalanya dimana saya harus memilih Perguruan Tinggi untuk melanjutkan pendidikan saya. Waktu itu saya bingung harus memilih kuliah dimana, lalu saya berinisiatif untuk mencarinya di Google dengan pencarian Universitas Terbaik Indonesia 2014. Saya hanya ingin melihat universitas apa yang sedang popular pada tahun 2014, disana tertera ada UI, UGM,ITB, Unbraw, IPB, Airlangga dll. Setelah itu saya mencari Universitas Swasta Terbaik 2014 yang dimana muncul ada Universitas Gunadarma, Universitas Bina Nusantara, Universitas Islam Indonesia dll. Disini saya tertarik akan Universitas Gunadarma maka saya telusuri keberadaan kampusnya dimana saja, kampus Gunadarma yang berlokasi di Depok ini cukup memiikat perhatian saya karena akan peringkatnya dan masuknya pun tak sulit mungkin karena swasta berbeda dengan negeri yang harus ini itu. Saya berniat untuk kuliah di Jakarta dengan Ayah saya, maka saya mencoba masuk Gunadarma dengan jalur PMDK dimana syaratnya hanya melampirkan transkip nilai semester 5. Alhamdulilah saya diterima dengan mendapatkan Grade AA (istimewa) dan saya dibebaskan uang gedung senilai Rp. 20 juta, saya senang sekali karena selama ini saya tidak sia-sia belajar dan membantu meringankan keuangan keluarga saya.

Dan tanpa pikir panjang saya masuk di Universitas Gunadarma dengan memilih kampus J kalimalang karena lokasinya dekat dengan rumah saya. Saya memilih jurusan Sistem Informasi Malam alasaan saya memilih kelas malam karena saya ingin bekerja untuk meringankan beban orangtua saya, saya masuk di kelas 1KA39 dimana 90% siswa nya diisi oleh kelamin laki-laki. Walaupun saya kuliah sambil bekerja tetapi dengan semangat belajar yang berkobar saya mendapatkan IPK 3,83 disemester 1 dan pada semester 2 turun hanya beberapa koma yaitu 3,78. Sekarang saya sudah berada ditingkat 2 perkuliahan dengan kelas yang sama dan mahasiswa yang sama yaitu 2KA39, semoga saya lulus tepat waktu dan selalu bersemangat dalam hal apapun dan mendapatkan IPK yang setinggi-tingginya. Amiin J.