Kamis, 17 Maret 2016

MANAJEMEN LAYANAN SIM

Managemen menurut para ahli :
1.      James A.F Stonner mendefinisikan bahwa manajemen merupakan suatu proses perencanaan, proses pengorganisasian, pengarahan serta pengawasan usaha-usaha dari para anggota organisasi beserta penggunaan sumber-sumber daya organisasi lain yang berguna untuk mencapai tujuan organisasi yang sudah lama ditetapkan.
  1. Peter. F. Drucker dalam bukunya Management, Tasks, Responsibility and Practises (terjemahan LPPM Jakarta), manajemen harus memberikan arah jurusan kepada lembaga yang dikelolanya. Ia harus memikirkan secara tuntas misi lembaga itu, menetapkan sasarannya dan mengorganisasi sumber-sumber daya untuk tujuan-tujuan yang telah digariskan oleh lembaga. Sesungguhnya manajemen bertanggung jawab terhadap pergerakan visi serta sumber-sumber daya kejuruan hasil yang paling dasar dan efisien.

Fungsi Manajemen dari P.O.A.C ( Planning, Organizing, Actuating, Controlling)
1.        Planning (Perencanaan)

Planning adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu dan mengembangkan rencana aktivitas kerja dalam sebuah organisasi. Planning merupakan proses yang penting dari segala bentuk fungsi Manajemen, karena tanpa adanya planning  semua fungsi-fungsi lainnya tidak akan dapat berjalan. Dalam planning terdapat beberapa factor yang patut untuk di pertimbangkan yaitu Spesific (harus jelas tujuannya), Measurable (tingkat keberhasilan), Achievable (sesuatu yang harus dicapai), Realistic (sesuatu yang sesuai dengan kemampuan), Time (batas waktu yang jelas).

2.        Organizing (Pengorganisasian)
Pengorganisasian ( Organizing ) adalah fungsi kedua dalam Manajemen. Organizing adalah proses kegiatan dalam menyusun struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber dan lingkungannya. Dengan demikian, hasil dari pengorganisasian itu berupa struktur organisasi.


3.        Actuating (Pelaksanaan)
Actuating ( Pelaksanaan ) adalah suatu tindakan yang mengusahakan agar semua perencanaan dan tujuan perusahaan bisa terwujud dengan baik dan seperti yang diharapkan. Jadi, pelaksanaan merupakan suatu upaya yang menggerakkan orang-orang untuk mau bekerja dengan sendirinya dan dengan kesadaran yang besar demi mengabulkan seluruh cita-cita perusahaan dengan dan secara efektif.

4.        Controlling (Pengawasan)
Pengawasan ( Controlling ) adalah proses pengamatan, penentuan standar yang akan diwujudkan, menilai kinerja pelaksanaan, dan jika diperlukan mengambil tindakan korektif, sehingga pelaksanaan dapat berjalan dengan semaksimal mngkin dalam mencapai tujuan perusahaan.

Fungsi Manajemen dari P.O.L.C ( Planning, Organizing, Leading, Controlling)
1.     Fungsi Perencanaan / Planning
Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.

2.     Fungsi Pengorganisasian / Organizing
Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.

3.     Fungsi Pengarahan / Directing / Leading
Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya.

4.     Fungsi Pengendalian / Controling
Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar  yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.

PROSES MANAJEMEN MENURUT “HENRY FAYOL”
Secara umum bahwa manajemen sangat berfungsi sebagai peranan yang aktif dalam setiap kegiatan organisasi, perusahaan, kelompok, bahkan dirisendiri agar segala apa yang dikerjakan berjalan dengan teratur. Manajemen sendiri dipergunakan untuk mengatur, merencanakan, serta mengontrol jalannya suatu perusahaan sehingga dapat mencapai  target (goals) yang diinginkan. Manajemen sendiri merupakan bidang yang berjenjang dalam artian anda akan mendapatkan jabatan yang tinggi apabila skill, dedikasi, serta keberuntungan sepadan dengan usaha anda.
Dalam menganngap manajemen merupakan suatu ilmu, manajemen tidak hanya digunkaan dalam ruang lingkup perusahaan akan tetapi digunakan dalam mengelolah diri sendiri, kelompok, dan negara sekalipun membutuhkan manajmen sebagai pedoman atau acuan.
Henry Fayol merumuskan fungsi-fungsi manajemen menjadi 5 poin yang disingkat sebagai POCCC (Planning, Organizing, Commanding, Coordinating, dan Controlling). 
1.           Planning = Perencanaan tujuan perusahaan dan bagaimana strategi untuk mencapai tujuan tersebut dengan sumber daya yang tersedia. 
2.           Organizing = Pengorganisasian atau singkronisasi sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya fisik, dan sumber daya modal dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.
3.           Commanding = Fungsi commanding sama dengan mengarahkan (actuating). Commanding dilakukan dengan memberikan arahan kepada karyawan agar dapat menunaikan tugas mereka masing-masing.
4.           Coordinating = Coordinating adalah salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubung-hubungkan, menyatupadukan dan menyelaraskan pekerjaan-pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerjasama yang terarah dalam usaha mencapai tujuan bersama atau tujuan organisasi.
5.           Controlling = Controlling atau pengendalian atau pengawasan adalah suatu kegiatan untuk memantau, membuktikan, dan memastikan seluruh kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan, diperintahkan, dan dikondisikan sebelumnya dapat berjalan sesuai target atau tujuan tertentu.



MANAJEMEN ROLE MINTZBERG
Mintzberg mengidentifikasikan 10 peran seorang manajer yang dikelompokan dalam 3 bagian besar yaitu peran Interpersonal, Informational, dan Decision Roles.
1. Interpersonal, merupakan peran seorang manajer dalam hubungannya dengan karyawannya. Yang termasuk bagian ini adalah :

·        Figurehead, manajer sebagai panutan dan simbol suatu organisasi. Kegiatan manajer yang ada pada bagian ini adalah ketika seremonial, seperti seorang Presiden yang harus mengikuti upacara kemerdekaan sebagai simbol pemimpin dari negara yang merdeka.
·        Leader, manajer perlu memberikan arahan dan motivasi kepada bawahannya. Sebagai pemimpin, ini bisa dibilang sebagai tugas utama dan terutama dari seorang manajer, yaitu memberi arahan. Secara hubungan sosial, seorang manajer juga harus memotivasi agar bawahannya dapat bekerja dengan semangat.
·        Liaison, menjaga saluran komunikasi, baik di dalam maupun di luar organisasi.

2.Informational, merupakan peran seorang manajer yang berhubungan dengan informasi yang ada dalam organisasi. Informasi harus dipastikan kebenarannya, lalu disebarkan ke seluruh pihak yang membutuhkan informasi terkait. Yang termasuk bagian ini adalah :

·        Monitor, mencari dan menerima informasi dan melihat singkat laporan dari bawahan. Tugas ini berkaitan dengan tugas mengetahui secara menyeluruh kondisi di dalam organisasi. Seorang manajer harus mengetahui kondisi terkini dari organisasi yang dikelolanya.
·        Disseminator, meneruskan informasi yang manajer peroleh kepada anggota organisasi (internal).
·        Spokesperson (juru bicara), seorang manajer juga bertanggung jawab menyampaikan informasi ke pihak luar yang terkait.

3.Decisional roles, merupakan peran seorang manajer dalam mengambil keputusan bagi tercapainya tujuan organisasi. Yang termasuk dalam decisional roles adalah:

·        Entrepreneur, mewakili proyek perbaikan dan mengidentifikasikan ide.
·        Disturbance handler, mengambil tindakan korektif selama terjadi krisis, menyelesaikan konflik antar bawahan, beradaptasi dengan lingkungan.
·        Resource allocator, memutuskan siapa yang memperoleh sumber daya, menentukan jadwal dan anggaran, menetapkan prioritas.
·        Negotiator, mewakili departemen selama negosiasi kontrak kerja, penjualan, pembelian, dan anggaran.

Teori Organisasi Klasik (Teori Tradisional)

Teori klasik (classical theory) berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun 1800 (abad 19). Secara umum digambarkan oelh para teoritisi klasik sebagai sangat desentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreativitas.
Teori Organisasi klasik menurut para ahli :
Henry Fayol (1841 – 1925) :
Teori organisasi klasik mengklasifikasikan tugas manajemen yang terdiri atas :
1.    Technical ; kegiatan memproduksi produk dan mengoranisirnya.
2.    Commercial ; kegiatan membeli bahan dan menjual produk.
3.    Financial ; kegiatan pembelanjaan.
4.    Security ; kegiatan menjaga keamanan.
5.    Accountancy ; kegiatan akuntansi
6.    Managerial ; melaksanakan fungsi manajemen yang terdiri atas :
–      Planning ; kegiatan perencanaan
–      Organizing ; kegiatan mengorganiisasikaan
–      Coordinating ; kegiatan pengkoorrdinasiian
–      Commanding ; kegiatan pengarahann
–      Controlling ;  kegiatan penngawasaan
Selain hal tersebut diatas, asas-asa umum manajemen menurut Fayol adalah :
–      Pembagian kerja
–      Asas wewenang dan tanggungjawab
–      Disiplin
–      Kesatuan perintah
–      Kesatuan arah
–      Asas kepentingan umum
–      Pemberian janji yang wajar
–      Pemusatan wewenang
–      Rantai berkala
–      Asas keteraturan
–      Asas keadilan
–      Kestabilan masa jabatan
–      Inisiatif
–      Asas kesatuan


Max Weber (1864-1920)

Max Weber mengemukakan tipe ideal birokrasi memiliki beberapa prinsip sebagai berikut.
1.     Peraturan atau aturan yang ada dalam birokrasi sangat jelas dan tegas sekali. Hal yang demikian diperlukan dalam birokrasi terutama untuk menegakan ketertiban dan kelangsungan dari birokrasi itu sendiri.

2.     Terdapat ruang lingkup kompetensi yang jelas. Orang-orang yang ada dalam birokrasi memiliki tugas-tugas dan pekerjaan yang dirumuskan secara jelas dan tegas, serta memiliki kewenangan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas atau pekerjaan yang diberikan itu. Jadi prinsip pembagian kerja (Division of Labour) merupakan aspek integraldari birokrasi.

3.     Sumber dari otoritas atau kewenangan adalah keterampilan teknis, kompetensi dan keahlian (expertise). Ini merupakan ukuran yang objektif dan berlaku bagi siapapun yang memenuhi kualifikasi dan persyaratan yang ada dapat dipromosikan pada suatu jabatan atau posisi tertentu dalam birokrasi.

4.     Para pelaksana atau staf administrasi secara tegas dipisahkan dari para pemilik modal atau alat produksi. Pemilikian alat produksi dan modal dipisahkan dari kepemimpianan ini dilakukan sebagai upaya untuk dapat membuat keputusan yang rasional dan objektif.

5.      Prinsip hierarki menunjukan bahwa tiap-tiap bagian yang lebih rendah posisinya, selalu berada dibawah perintah dan selalu dibawah pengawasan dari posisi yang lebih tinggi. Garis komunikasi lebih bersifat vertikal daripada bersifat horizontal.

6.     Tindakan-tindakan, keputusan-kkeputusan dan aturan-aturan semuanya diadministrasikan dan diarsipkan secara tertulis. Proses pelaksanaan fungsi organisasi merupakan suatu yang dapat diketahui oleh siapa pun dan bersifat publik.



 REFERENSI :