Cabe-Cabean, hal apa yang terpikir dalam benak anda setelah mendengar istilah tersebut ? cabe rawit? atau cabe imitasi? ternyata bukan, cabe-cabean yang kini marak dikalangan remaja dan pelajar indonesia ini semakin membuat pedas hati melihatnya. Pedas dan bahkan mungkin bisa membuat kita menangis melihat fenomena cabe-cabean yang kini menjadi budaya baru di kalangan remaja dan pelajar indonesia. Lalu, sebenarnya apa sih cabe-cabean itu? mungkin untuk sahabat yang belum mengerti seperti apa cabe-cabean itu berikut saya gambarkan sedikit ciri-ciri cabe-cabean.
yang perlu sahabat ketahui adalah cabe-cabean ini istilah untuk cewe remaja / belia yang memiliki ciri-ciri seperti yang saya akan sebutkan, konon katanya jika untuk cowo belia disebut terong-terongan, nah klo u ntuk waria belia apa dong? terong dicabein?
hehehe just kidding guys. berikut beberapa ciri cewe belia cabe-cabean :
1. Gigi di Pagar / Behel
Jika ditanya apakah giginya ada masalah sehingga harus dipagari? sebagian besar mengatakan, tidak dan lebih banyak karena tuntutan mode. Seandainya yang dipagari adalah hati dan hawa nafsunya, mungkin akan lebih baik, #aseek
2. Make Up Super Tebel
Pemakaian make up secara berlebihan juga merupakan salah satu ciri cabe-cabean, dan biasanya make up super tebal ini dipakai ketika hendak hang out sesama cabe. terkadang saya lucu melihatnya, karena jadi mirip kartun jaman dulu, chibi marukohan, nah skrang berarti namanya cabe marukochan kali ya, heheh
3. TuTi / TuPat
ciri ciri cabe-cabean yang lain adalah bisa dilihat ketika mereka naik motor, mereka biasa menerapkan prinsip TuTi atau TuPat, atau bonceng Tumpuk Tiga atau Tumpuk Empat, WOW ! bisa mengurangi efek kemacetan jakarta nih, hehehe.
4. Naik Motor Celana Pendek, Kaos Ketat
Jika melihat cewe remaja/belia seperti ini hampir bisa dipastikan dia salah satu spesies dari cabe-cabean. Kasihan sebenarnya melihat cabe-cabean ini pakaian adiknya dipakai . hmmmmmmm ada yang mau menyumbangkan pakaian layak pakai untuk mereka?
5. Hang Out di Fly Over
Hang out di fly over juga menjadi salah satu hoby dari cabe-cabean. Entah karena hemat atau kantong cekak, yang dilihat hanya mobil dan motor lewat, atau mungkin justru cabe-cabean itu sendiri ya yang menjadi objek wisata bagi pengguna jalan? bisa jadi bisa jadi. 
melihat ciri-ciri diatas, tentunya pedas rasanya hati kita. Belum usai bahasa kita dijajah bahasa alay, kini kehidupan dan akhlak remaja indonesia yang terus dikikis oleh pedasnya cabe-cabean. Alangkah indahnya jika remaja dan pelajar putri di indonesia ini berkaca kepada masa muda wanita – wanita sukses.
Fatimah Az-zahra binti Muhammad SAW, dialah putri Rasulullah SAW, wanita yang zuhud dalam kehidupan duniawi, bahkan ia sudah harus merasakan pahitnya jalan dakwah yang dilalui Rasulullah SAW. Ia pun ikut merasakan kesulitan ketika pemboikotan kaum muslimin yang dilakukan kaum kafir, dan ikut membersihkan darah yang mengucur dari kepala Rasulullah SAW saat perang Uhud. Hari-harinya disibukkan dengan birrul walidayn dan sangat jauh dari huru hara dunia.
Cabe-Cabean seharusnya menjadi pembuka mata kita para penggerak dan perubah generasi muda indonesia. Dengan ‘pedasnya’ yang dibawa, cabe-cabean menjadi salahsatu pekerjaan besar yang harus dibenahi oleh kita semua. Pedasnya yang sampai meruntuhkan akhlak pemuda kita tentunya harus dicounter dengan berbagai macam kegiatan positif.
Akhlak dan leadership, 2 hal yang hampir hilang dalam jiwa pemuda kita harus kembali dibumikan. Akhlak yang kuat, dan jiwa kepemimpinan yang penuh integritas senantiasa harus ditanamkan dalam jiwa pemuda kita, sehingga fenomena cabe-cabean, bahasa alay, dan lain sebagainya tidak lagi mengotori budaya dan akhlak pemuda dan remaja kita khususnya pelajar.
Referensi :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar